PADANG — Badan Nasional Penanggulangan Bencana meninjau rumah contoh berbasis Sepablock yang dikembangkan PT Semen Padang sebagai solusi hunian tetap bagi korban bencana, Senin (20/4/2026).
Kunjungan dipimpin Ary Laksmana Widjaja. Rombongan disambut jajaran manajemen perusahaan. Agenda difokuskan pada pengenalan konsep hunian, kekuatan struktur, serta fleksibilitas desain.
Disampaikannya, konsep hunian saat ini tidak hanya menyediakan tempat tinggal. Hunian harus mampu berkembang sesuai kebutuhan penghuninya.
“Dari diskusi dan peninjauan yang kami lakukan, keunggulan Sepablock tidak hanya terletak pada kekuatan struktur, tetapi juga pada sistem konstruksi modular yang diusungnya,” ujarnya.
Menurutnya, sistem modular membuat proses pembangunan lebih cepat dan efisien. Struktur bangunan dapat dirakit menyerupai susunan lego.
Dijelaskannya, fleksibilitas desain memungkinkan perubahan tata ruang dilakukan tanpa proses konstruksi rumit. Penambahan atau pemindahan dinding dapat dilakukan dengan mudah.
Ia menilai Sepablock memiliki potensi besar untuk pembangunan huntap di wilayah rawan bencana, termasuk Sumbar yang rentan gempa dan longsor.
“Hunian ini tidak hanya cepat dibangun, tetapi juga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya dalam jangka panjang,” katanya.
BNPB juga menyoroti kesiapan produksi sebagai faktor penting dalam implementasi skala besar.
“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana kemampuan produksi dapat memenuhi kebutuhan dalam skala besar agar pembangunan huntap berjalan cepat,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Semen Padang menyatakan kesiapan mendukung program hunian tetap bagi korban bencana.
Ditegaskannya, perusahaan siap menjamin ketersediaan Sepablock serta pasokan semen. “Dengan teknologi yang diterapkan, hunian dari Sepablock tidak hanya kokoh dan nyaman, tetapi juga memiliki daya tahan tinggi,” tutupnya. (Bdr)







