PADANG – Dua titik kebocoran pipa di Kota Padang, masing-masing di Jalan Raya Bandar Buat dan kawasan Sungai Lareh, menyebabkan gangguan distribusi air ke pelanggan, Sabtu (11/4/2026).
Kebocoran pipa DN 250 dan 225 PVC di Jalan Raya Bandar Buat berdampak pada penurunan level reservoir selatan. Kondisi ini mengganggu pengaliran air di sebagian area pelayanan pusat dan selatan.
Wilayah terdampak di antaranya Andalas, Filano, Azizi, Sutomo, Lubuk Lintah, Aur Duri, Koto Lalang, Komplek Dharma Panda, dan Pondok Ranah Minang.
Sementara itu, kebocoran di kawasan Lobang Jepang, Sungai Lareh, terjadi akibat pergeseran tanah pada bekas galian perbaikan sebelumnya. Pergeseran tersebut menyebabkan sambungan pipa retak sehingga kebocoran kembali terjadi.
Dampak gangguan di Sungai Lareh dirasakan pelanggan di sejumlah wilayah, seperti Sungai Lareh, Balai Baru, Lolo Kasiak, Kalumbuk, Surau Gadang, Gunuang Juaro, dan kawasan Teknologi Siteba.
Perumda Air Minum (AM) Kota Padang mempercepat proses perbaikan di kedua lokasi. Agar pelanggan mendapatkan pelayanan air bersih lebih cepat.
Kasubag Protokoler dan Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menyebutkan pihaknya mengerahkan tim untuk menangani kebocoran tersebut. “Kami sedang menyegerakan proses perbaikan di kedua titik kebocoran agar air kembali mengalir normal,” katanya, Sabtu (11/4/2026).
Ia mengimbau pelanggan untuk bersabar dan menampung air sebagai cadangan selama proses perbaikan berlangsung. Perumda AM memastikan upaya maksimal dilakukan agar layanan kembali normal secepatnya. (Bdr)







