Pendidikan

Tutup Pesantren Ramadhan dengan Bukber dan Diakhiri Giat MAN 1 Bermakna

109
×

Tutup Pesantren Ramadhan dengan Bukber dan Diakhiri Giat MAN 1 Bermakna

Sebarkan artikel ini

PADANG-MAN 1 Padang tutup pesantren Ramadhan 1447 H dengan buka bersama (Bukber) di halaman madrasah, Jumat (13/3/2026). Selain itu sekaligus penyerahan santunan kepada 40 siswa yang berasal dari siswa yatim, piatu dan miskin,yang dananya dihimpun dari infak siswa madrasah.

Kepala MAN 1 Padang Afrizal SAg mengatakan, Bukber ini dalam rangka penutupan pesantren Ramadhan 1447 H /2026 M, yang dilaksanakan secara mandiri sekaligus berbuka bersama bersama siswa.

“Penutupan pesantren Ramadhan yang berlangsung selama lebih kurang seminggu itu, ditutup dengan buka bersama sebagai bentuk kebersamaan,” ujar Afrizal.

Dikatakan, pada 17 Maret nanti akan dilaksanakan “MAN 1 Bermakna” dengan membagikan paket Sembako, sebanyak 40 hingga 50 Paket kepada warga yang bermukim di sekitar madrasah. Kemudian, sekaligus diserahkan juga zakat fitrah yang berasal dari ASN dan PPPK terutama bagi warga kurang mampu dan janda – janda. “Hal ini terinspirasi dengan kegiatan Kemenag Padang Bermakna kepada warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kota Padang,” ujar Afrizal.

Baca Juga:  Danlantamal II Pimpin Sidang Pantukhirda Catar AAL 2020 Panda Padang 

Kasi Pendidikan Agama Islam (Pais) Kemenag Padang Farhan Furqoni mengatakan, apa yang dipelajari direalisasikan di lingkungan tempat tinggal masing – masing, salah satunya penyelenggaraan jenazah.

” Maka aplikasikan penyelenggaraan jenazah itu nanti di lingkungan kita masing – masing , Karena itu bagian dari pengabdian kita kepada masyarakat setelah kita mempelajari secara teori di sekolah sebelumnya,” ujar Farhan.

Kemudian, juga lupa megablikasikan hafiz Al Quran yang telah didapatkan selama ini di madrasah. Karena, hafiz tersebut sifatnya hapalan, sebab jika diulang – ulang maka bisa lupa.

Bukber ini juga diberi siraman rohani dari Ustadz Muhammad Yunus, yang menekankan pentingnya nilai-nilai agama di dalam keluarga. Ustadz mengisahkan keluarga kecil yang sukses secara ekonomi.

Bahkan, pasangan ini masih berumur muda, mereka juga dikaruniai anak, yang terbilang sukses. Anak anak mereka sudah duduk di bangku perguruan tinggi dan SMK. Namun, umur Allah yang menentukan, secara mendadak sang ayah pingsan di ruang kerjanya, lalu meninggal dunia.

Baca Juga:  Pelatihan Paskibraka Dibuka, Wagub Sebut Pupuk Cinta Tanah Air

Sehingga, istrinya sok, seakan tak percaya suaminya meninggal dunia. Maka, disuruhlah seorang ustadz meyakinkan istrinya, agar istrinya merelakan kepergian suaminya. Lalu, diberitahukan juga anak sulungnya via telepon. Tapi, HP-nya menyambung, namun tak diangkat.

Dan dideteksi suara HP terdengar di lantai II rumahnya. Akan tetapi betapa kagetnya ketika dilihat di lantai II, si sulung berduaan lain lawan jenis tanpa busana. Kemudian, si anak kedua disuruh sebagai imam sholat jenazah ayahnya, mengaku tak bisa. Jangankan sholat jenazah, , sholat lima waktu saja, ia mengaku tidak pernah. “Jadi, sukses secara ekonomi tak menjamin tertanamnya nilai agama di dalam keluarga,” ujar Ustadz. (drd)