Sumatera Barat

Gedung Direlokasi, Gubernur Mahyeldi Letakkan Batu Pertama Pembangunan SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie

115
×

Gedung Direlokasi, Gubernur Mahyeldi Letakkan Batu Pertama Pembangunan SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meletakan batu pertama pembangunan relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (11/3/2026).Ist

PADANG – Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meletakan batu pertama pembangunan relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (11/3/2026). Pembangunan ini menjadi langkah strategis Pemprov Sumbar dalam memperluas akses pendidikan kejuruan bagi masyarakat.

 

Gedung SMKN 1 Rana Pasisie Pasaman Barat direlokasi, gedung lama masih ada tapi tidak layak lagi. Tidak layak karena sering terendam banjir. Apalagi jika musim rob tiba, sekolah langsung direndam air laut hingga lantai kelas.

 

Mendapati itu, sekolah ambil inisiatif. Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi, lapor ke Direktur SMK, Kementrian Pendidikan. Hasilnya, sekolah dikunjungi langsung. Ternyata benar, sekolah mudah saja terendam banjir.

 

Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan anggaran pembangunan untuk relokasi. Ada Rp12 miliar anggaran disetujui, tapi diberikan bertahan, tahap pertama Rp3 miliar dulu dimulai pada 2026. Syaratnya harus cari tanah baru, yang tidak mudah direndam banjir. Tanah sudah dapat, luasnya 2 hektar.

Relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie merupakan bagian dari implementasi kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, melalui Program Revitalisasi SMK Tahun 2026.

Baca Juga:  Kick Off Transformasi Digital, Semua Pihak Harus Percepat Digitalisasi Nagari di Sumbar

Mahyeldi menyebut pembangunan tersebut tidak sekadar memindahkan bangunan sekolah, tetapi juga menjadi upaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi agar mampu menjawab tantangan dunia kerja di masa depan.

“Kita menyadari bahwa tantangan zaman menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam keterampilan,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, Pemprov Sumbar memiliki komitmen kuat dalam memajukan pendidikan vokasi, salah satunya dengan memperluas akses pendidikan kejuruan agar semakin banyak generasi muda dapat melanjutkan pendidikan di SMK.

“Kita menargetkan Angka Partisipasi Kasar SMK mencapai sekitar 30 persen. Artinya kesempatan belajar harus semakin terbuka bagi anak-anak di seluruh daerah, termasuk di Sasak Ranah Pasisie ini,” katanya.

Selain memperluas akses, Pemprov Sumbar juga terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kemampuan literasi dan numerasi siswa serta peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Sebab, keberhasilan pendidikan vokasi juga diukur dari sejauh mana lulusan SMK dapat terserap di dunia kerja.

Baca Juga:  Gubernur Mahyeldi Minta Insan Dinas Pendidikan Tingkatkan Kinerja

“Untuk itu kita menargetkan tingkat penyerapan lulusan SMK dapat mencapai lebih dari 80 persen. Hal ini tentu membutuhkan sinergi yang kuat antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan lokasi baru SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie dapat berkembang menjadi pusat pendidikan vokasi yang unggul sekaligus mampu melahirkan tenaga kerja yang kompeten, berkarakter, serta memiliki jati diri yang kuat.

Kepala SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Desman menyampaikan relokasi sekolah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas dan fasilitas pembelajaran bagi siswa.

“Selama ini banyak masyarakat Sasak Ranah Pasisie yang ingin menyekolahkan anaknya di sini, tetapi keterbatasan ruang belajar menjadi kendala. Kami berharap pembangunan ini dapat membuka peluang bagi lebih banyak siswa untuk belajar seiring dengan meningkatnya daya tampung,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar, Ketua Komite SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, serta tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai di Nagari Sasak. (Bdr)