PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera V segera menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan pascabencana hidrometeorologi.
Permintaan tersebut disampaikan Mahyeldi usai seluruh pihak menyepakati percepatan penanganan infrastruktur terdampak bencana dalam Focus Group Discussion yang digelar Senin (5/1/2025). Dalam forum itu, Balai Wilayah Sungai Sumatera V menyiapkan 50 unit alat berat untuk mendukung normalisasi sungai di wilayah terdampak.
“Saya berharap Balai Wilayah Sungai Sumatera V segera membersihkan material kayu dan melakukan pengerukan di sepanjang aliran sungai terdampak agar risiko banjir susulan dapat ditekan,” ujar Mahyeldi Ansharullah.
Mahyeldi menyebut hasil pantauan lapangan menunjukkan masih banyak material kayu tersangkut di aliran sungai. Kondisi pendangkalan dinilai meningkatkan potensi luapan saat debit air naik.
“Di Daerah Aliran Sungai Batang Kuranji, material kayu dan pendangkalan sangat mengkhawatirkan. Penanganan harus diprioritaskan karena berada di kawasan permukiman padat. Sungai Tabiang Banda Gadang dan Lubuk Minturun juga perlu perhatian serius,” ujar Mahyeldi Ansharullah.
Mahyeldi juga menyampaikan material kayu yang terbawa arus banjir bandang dan mengendap di permukiman, lahan pertanian, serta bantaran sungai dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai ketentuan.
“Saya minta Camat, Lurah, dan Wali Nagari berkoordinasi dengan masyarakat untuk pemanfaatan material kayu ini. Sungai kembali bersih, warga juga memperoleh manfaat,” ujar Mahyeldi Ansharullah.
Dalam peninjauan tersebut, Mahyeldi didampingi sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama Pemprov Sumbar dari unsur perhubungan, kebencanaan, administrasi pimpinan, serta lingkungan hidup.







