BUKITTINGGI — Ketua Syarikat Islam (SI) Kota Bukittinggi, Tuanku Rismaidi, mengingatkan, bahwa dalam kehidupan bermasyarakat sebaiknya tauladani hadis Nabi Muhammad SAW.
Menurut Tuanku Rismaidi, dalam hadis tersebut dijelaskan, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
“Kalau keberadaan kita hanya untuk bermanfaat bagi anak dan istri, kucing pun juga bermanfaat bagi anak-anaknya,” katanya di ke diamannya, Sabtu malam (18/10/2025).
Hal itu dikatakan Tuanku Rismaidi kepada wartawan yang datang bersilaturahmi ke rumahnya di kawasan Aur Birugo Tigo Baleh, Kota Bukittinggi.
Tuanku Rismaidi berkata manusia yang hidupnya bermanfaat bagi manusia lain, harus lah menjadi keharusan.
“Jangan lah kita itu dalam istilah nya mati sebelum mati. Artinya, tidak ada rasa lagi kepada orang lain. Ada seorang butuh bantuan, tapi kita diam meski bisa,” kata Tuanku.
Disampaikan, Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa nilai utama seorang manusia terletak pada manfaat yang bisa manusia itu berikan kepada sesamanya.
Hal ini tambah Tuanku Rismaidi, menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan dan hidup secara harmonis melalui tolong-menolong serta saling memberi manfaat.
“Manfaat yang diberikan tidak harus besar, bisa berupa perbuatan baik dan sikap ramah yang dapat menciptakan lingkungan positif,” jelas Tuanku Rismaidi.
Dikenal Karena Tulisan
Di kesempatan tersebut, Tuanku Rismaidi juga berpesan, seorang wartawan jangan hanya sekadar melihatkan fisik diri.
Misalnya kata Tuanku Rismaidi, yaitu terlihat di sebuah acara dan, atau ada identitas dirinya karena memakai baju ada tulisan pers, kendaraan ada tulisan pers dan id card.
“Wartawan itu sebaiknya dikenal karena tulisannya. Maaf jika saya salah, jangan wartawan dikenal sebagai wartawan karena sering mengikuti acara-acara,” sebut Tuanku Rismaidi.
Wartawan sebagai pilar ke-empat demokrasi, Tuanku Rismaidi berharap agar peran wartawan mampu sebagai alat kontrol yang baik bagi bangsa dan negara.
Hadir dalam silaturahmi itu, Teddy Gustedria (Mantan Wartawan Tempo, Harian Posmetro Padang, Kantor Berita Antara).
Kemudian, Hamriadi (Mantan Wartawan Tabloid Lentera, Mingguan Sumbar Ekpres, Harian Sumbar Mandiri, Harian Posmetro Padang, Kantor Berita Antara).
Serta Muhammad Yaman dan Dedi Joharlis yang saat ini juga mendedikasikan diri aktif sebagai jurnalis. (Aul)







