Peristiwa

Kota Padang Catat Capaian Penanganan TB Terbaik di Sumbar

6
×

Kota Padang Catat Capaian Penanganan TB Terbaik di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Wawako Padang Maigus Nasir menghadiri kuliah umum bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus di Aula Prof. dr. M. Syaaf Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Selasa (12/5/2026).Ist

PADANG — Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat percepatan penanganan Tuberkulosis (TB) menyusul dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terhadap program eliminasi TB di Sumatera Barat.

Komitmen tersebut disampaikan Maigus usai menghadiri kuliah umum bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus di Aula Prof. dr. M. Syaaf Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Selasa (12/5/2026).

Turut hadir Direktur Penyakit Menular Ditjen P2P Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine; Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Aklima; Rektor Unand, Efa Yonnedi; Direktur Utama RSUP dr. M. Djamil, Dovy Djanas; para kepala daerah se-Sumbar; civitas akademika; serta tenaga kesehatan.

Maigus menyebut kehadiran Wakil Menteri Kesehatan menjadi momentum penting untuk memperkuat percepatan eliminasi TB di Kota Padang.

Menurutnya, Pemko Padang di bawah arahan Wali Kota Fadly Amran segera menindaklanjuti berbagai dukungan dari Kementerian Kesehatan, mulai dari pendataan pasien TB yang belum terjangkau layanan kesehatan, penguatan deteksi dini, hingga bantuan rumah layak huni bagi penderita TB dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga:  Pejabat Pemkab Tanah Datar Iktikaf di Masjid Nurul Amin Pagaruyung

“Kita bersyukur Kota Padang saat ini menjadi daerah dengan capaian penanganan TB terbaik di Sumatera Barat. Dukungan pemerintah pusat sangat berarti, mulai dari pendataan pasien, pengobatan, penguatan deteksi dini, hingga bantuan rumah layak huni bagi penderita TB,” katanya.

Maigus memaparkan jumlah kasus TB di Kota Padang saat ini tercatat lebih dari 4.000 kasus. Dari jumlah tersebut, sekitar 95 persen pasien telah menuntaskan pengobatan.

“Berdasarkan data, lebih dari 4.000 kasus TB di Kota Padang dan sekitar 95 persen sudah tuntas pengobatan. Tinggal sebagian kecil lagi yang terus kita dorong agar menyelesaikan pengobatan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat mendukung upaya eliminasi TB dengan menciptakan lingkungan sehat dan bebas asap rokok. Menurutnya, kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko berkembangnya penyakit TB.

Baca Juga:  Wakilkan Solsel Penilaian Nagari Adat, Kerja Sama Tungku Tigo Sajarangan Disorot

“Kami mengimbau masyarakat membebaskan rumah dari asap rokok, termasuk di sekolah dan tempat umum. Selain itu, jangan menganggap TB sebagai aib, karena semakin cepat diperiksa dan diobati, maka peluang sembuh semakin besar dan penularan bisa dicegah,” katanya.

Sementara itu, Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pemerintah pusat terus mempercepat program eliminasi TB melalui pemeriksaan aktif berbasis by name by address, pengiriman alat rontgen portabel dan PCR ke daerah, pembentukan kader TB di desa dan kelurahan, hingga bantuan renovasi rumah bagi pasien TB dari keluarga kurang mampu.

“TB masih menjadi persoalan serius di Indonesia dengan sekitar 120 ribu kematian setiap tahun. Di Sumatera Barat estimasi penderita TB mencapai 25 ribu orang dan baru sekitar 62 persen yang berhasil ditemukan serta ditangani. Ini PR kita bersama ke depan,” ujarnya.