Ekonomi

Sumbar Luncurkan Program Desa Devisa, Dorong Petani Gambir Naik Kelas

355
×

Sumbar Luncurkan Program Desa Devisa, Dorong Petani Gambir Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meluncurkan program Pendampingan Desa Devisa untuk meningkatkan daya saing komoditas gambir di Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (29/7/2025).Ist

LIMAPULUH KOTA — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meluncurkan program Pendampingan Desa Devisa untuk meningkatkan daya saing komoditas gambir di Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (29/7/2025).

Program ini hasil kerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumbar dan bertujuan mendorong petani gambir naik kelas sebagai eksportir.

Mahyeldi menyebut program ini sebagai solusi menyeluruh yang menyasar mutu produksi dan perluasan akses pasar.

“Melalui program ini, para pelaku usaha gambir lokal diharapkan tidak hanya sekadar memproduksi, tapi juga mampu naik kelas menjadi eksportir yang kompetitif,” ujar Mahyeldi.

Safni Sikumbang menegaskan pentingnya meningkatkan kesejahteraan petani, karena ekspor gambir nasional mayoritas berasal dari daerah itu.

Baca Juga:  KKI Warsi Menjadi Penyalur Dana Hibah bagi Masyarakat Pengelola Hutan

“Sekitar 90 persen ekspor gambir Indonesia berasal dari Limapuluh Kota. Namun, manfaat ekonominya belum sepenuhnya dirasakan oleh para petani. Program ini menjadi momentum untuk mengubah itu,” tegas Safni.

Produksi gambir Limapuluh Kota tercatat mencapai 9.000 ton per tahun, dengan sekitar 100.000 petani tersebar di 35 nagari dari 8 kecamatan.

Mohammad Dody Fachrudin menyatakan program mendapat dukungan penuh dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir.

“Di hulu, kami fokus pada penguatan teknis produksi dan pengolahan; di lini tengah, pada penguatan kelembagaan dan kemitraan; serta di hilir, kami fasilitasi akses pembiayaan dan transformasi ke pasar global,” jelas Dody.

Baca Juga:  Idul Adha 1444 H, Semen Padang Salurkan Bantuan 35 Hewan Kurban 

Ia menambahkan program ini mengkonsolidasikan peran dari pusat hingga desa untuk membangun ekosistem ekspor berbasis potensi lokal. (Bdr)