Ekonomi

KKI Warsi Menjadi Penyalur Dana Hibah bagi Masyarakat Pengelola Hutan

940
×

KKI Warsi Menjadi Penyalur Dana Hibah bagi Masyarakat Pengelola Hutan

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan kesepahaman antara KKI Warsi dengan 10 lembaga masyarakat pengelola hutan di Sumbar, berlangsung di Kantor Penghubung KKI Warsi Padang, Senin 13/11/2023.Ist

PADANG – Komunitas Konservasi Indonesia Warsi menyiapkan diri untuk menjadi lembaga penyalur dana hibah kepada masyarakat. Dana guna pengembangan ekonomi dan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam.

“Kita berupaya meningkatkan kapasitas menjadi grant intermediary atau lembaga yang berfungsi sebagai penyalur dana langsung  kepada masyarakat. Terutama wilayah Sumatera bagian tengah. Nah, kalau ini dapat berjalan dengan baik, banyak pendanaan yang bisa diakses langsung oleh masyarakat maupun kelompok” ujar Direktu KKI Warsi, Adi Junedi Jumat (17/11/2023).

Disebutkannya, selama ini masyarakat menghadapi kendala pendanaan dalam pengelolaan hutan. Misalnya kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS) terkendala melakukan aktivitas memproduksi hasil hutan bukan kayu karena mengalami kendala modal.

BACA JUGA  Bimtek untuk Dipraktekan, Bukan Sekadar Menambah Wawasan saja

Dengan adanya akses pendanaan dapat membantu masyarakat melakukan kegiatan perekonomian dengan mengolah hasil hutan. Selain itu, jika masyarakat bisa mengelola dana hibah langsung membuat masyarakat menjadi mandiri.

“Salah satu cita-cita KKI Warsi adalah masyarakat mampu mengelola hutannya secara mandiri. Sehingga Warsi dapat mengurangi kegiatan yang sifatnya pendampingan langsung,” kata Adi.

Dana hibah tersebut mendanai Community Based Organization (CBO), seperti Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD). Termasuk Kelompok Tani Hutan (KTH) untuk program perlindungan hutan serta pengolahan dan pemasaran hasil hutan bukan kayu.

Selain itu, organisasi masyarakat sipil yang memiliki visi sejalan dengan Warsi dalam program konservasi berbasis masyarakat juga dapat mengajukan pendanaan. Program pendanaan ini berlansung selama 7 bulan.

BACA JUGA  Ketika yang Lain Sibuk Pilkada, Nasrul Abit Masih Sibuk Kerja

“Ini sebagai stimulus bagaimana kita bisa membuktikan bahwa kelompok masyarakat bisa bekerja dengan baik. Tidak hanya menjalankan program dengan baik tapi juga pelaporan. ” Ungkap Direktur KKI Warsi di Kantor Penghubung KKI Warsi Padang.

Sebelumnya, pada Senin (13/11/23) KKI Warsi melakukan penandatangan kesepahaman dengan 10 organisasi komunitas terkait alokasi dana hibah. Organisasi ini diantaranya, KUPS Bukik Godang, LPHN Sumpur Kudus, LPHN Unggan, dan KTH Putra Harapan yang berada di Kabupaten Sijunjung.

Comment