Politik

Bakri Maulana Bersama Tokoh Rantau Diskusikan Pessel Bangkit 

2332
×

Bakri Maulana Bersama Tokoh Rantau Diskusikan Pessel Bangkit 

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Para tokoh Pesisir Selatan , baik di ranah maupun di perantauan di mana pun berada benar-benar peduli dengan kampung halamannya. Buktinya, meski baru saja bumi Pesisir Selatan dilanda bencana, isu Pilkada 2024 tetap menjadi fokus banyak pihak. Rabu petang (3/4/2024), Bakri Maulana, SE, MP, sebagai bakal calon Bupati Pessel 2024-2029 untuk yang kesekian kalinya berdialog bersama para toko rantau.

Bertempat Balebengong Seafood Resto, Jl Angkasa, Halim Perdanakusuma, Taman Mini-Jakarta Timur, Dialog Interaktif Pessel Bangkit itu dihadiri, Ketua Ikwal Jakarta, Kolonel Ardijon, Ketua Ikrap, Kolonel Ade Rustian, Letkol Damanik dan Sekjen FKP-Pessel, Agus Chaniago serta Bakri M, SE,MP sebagai Ketua HKB (Himpunan Keluarga Batangkapas).

Suasana dialog pembahasan Pessel Bangkit yang dirangkai dengan Berbuka Bersama (Bukber) para tokoh perantau Pessel di Jakarta itu berjalan dengan santai. Dimana seperti diketahui pemimpin tidak hanya dipilih, melainkan mesti didukung dan diawasi agar tetap menjaga janji politiknya. Jadi, tugas rakyat Pesisir Selatan tidak berhenti sekedar mengantarkan seseorang menang di Pilkada 2024, melainkan mengawalnya terus saat berjalanya pemerintahan.

“Pemilik kekuasaan ini adalah Rakyat. Jadi Pilkada 2024 bukan tentang hilangnya Kekuasaan atau perpindahan kekuasaan, karena kekuasaan sejatinya tidak pernah pindah. Yang berpindah dan berganti itu adalah kewenangan dalam menjalankan Kekuasaan. Jadi kalau ada yang merasa kekuasaan di tangan dirinya, maka dia sedang tidak menghargai prinsip-prinsip dasar dalam sebuah Demokrasi. Karena prinsip dasar demokrasi kekuasaan ada di tangan rakyat,” ujar Bakri M, yang lulusan Megister Manajemen Pembangun Daerah IPB Bogor ini.

BACA JUGA  Walaupun Kerap Berdebat, Politisi Senior Pessel Tetap Berduka Atas Wafatnya Mardinas N Syair

Menanggapi kondisi terkini masyarakat Pessel, mantan Direktur Umum PD Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor 2011-2015 mengakui bahwa sistem ekonomi yang berkeadilan dan produktif belum maksimal berpihak kepada rakyat karena belum terwujudnya sistem insentif ekonomi yang adil dan mandiri. Sistem ekonomi berbasis pada kegiatan rakyat, yang memanfaatkan sumber daya alam secara optimal dan berkesinambungan, di Pessel terutama di bidang Pertanian, Kehutanan dan Kelautan mesti menjadi fokus di masa mendatang.

Comment