Sumatera Barat

Bidik Potensi Carbon Trade, Sumbar Belajar ke Kaltim

317
×

Bidik Potensi Carbon Trade, Sumbar Belajar ke Kaltim

Sebarkan artikel ini
Gali Potensi Pendapatan Daerah melalui Pengurangan Emisi Carbon, Audy Joinaldy Pimpin Tim Pemprov Sumbar Studi Banding ke Kaltim.Ist

SAMARINDA – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy beserta sejumlah jajarannya di lingkup Pemprov Sumbar lakukan studi banding tentang pengelolaan carbon trading ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Kunjungan rombongan Pemprov Sumbar tersebut diterima langsung oleh Pj. Gubernur Kaltim, Dr Akmal Malik dan jajaran, di ruang Tepian I lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (17/10/2023).

Adapun salah satu alasan yang menjadi pendorong Pemprov Sumbar melakukan studi banding ke Prov. Kaltim menurut Audy Joinaldy adalah keberhasilan Pemprov Kalimantan Timur dalam menurunkan emisi karbon dan mendapatkan kompensasi sebesar Rp260 miliar dari Bank Dunia.

“Awalnya saya baca berita di media-media nasional bahwa Kaltim dapat ratusan miliar rupiah dari carbon trading (perdagangan karbon). Saya berpikir harusnya Sumbar juga bisa memperoleh hal yang sama, karena kita juga berkontribusi dalam menyuplai oksigen Indonesia dan dunia melalui menjaga kelestarian kawasan hutan . Atas dasar itulah, kemudian saya mengajak sejumlah OPD terkait untuk belajar bagaimana pengelolaannya ke Kalimantan Timur,” ucap Audy mengawali sambutannya.

BACA JUGA  Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah di Bulan Ramadan, Semen Padang Buka Puasa Bersama dengan Media

Kemudian Wagub Sumbar menuturkan, total penduduk Sumbar saat ini berjumlah sekitar 5,6 Juta jiwa. Secara geografis, lebih kurang 30 persen wilayah Sumbar merupakan kawasan hutan lindung. Maka dapat diartikan 10 dari 19 kabupaten/kota atau 85 persen dari total nagari/desa yang ada di Sumbar itu berada disekitar kawasan hutan.

Audy menilai, meskipun luas wilayah dan hutan Sumbar tidak seluas Kaltim. Namun, paling tidak keberhasilan Kaltim dalam pengelolaan carbon trading juga bisa diterapkan di Sumbar sehingga dapat mendatangkan pendapatan baru bagi daerah.

“Jadi kita ingin belajar gimana cara dapat duit dari carbon trading ini, mengingat lebih dari setengah daratan wilayah Sumbar adalah hutan. Kita ingin mempelajari bagaimana menyiapkan programnya, mulai dari penyiapan dokumen hingga implementasinya. Kita bisa copy jika berkenan kawan-kawan berbagi ilmu dengan kami, sehingga kami bisa mempersiapkan mulai dari hulunya,” jelas Audy.

BACA JUGA  Atasi Dampak Erupsi, BNPB Bakal Pasang EWS Terintegrasi di Gunung Marapi

Comment