Peristiwa

Kapolda Sumbar Didesak Minta Maaf Terkait Dugaan Intimidasi Jurnalis Saat Pemulangan Pengunjuk Rasa di Masjid Raya Sumbar

668
×

Kapolda Sumbar Didesak Minta Maaf Terkait Dugaan Intimidasi Jurnalis Saat Pemulangan Pengunjuk Rasa di Masjid Raya Sumbar

Sebarkan artikel ini
Detik-detik kesalahpahaman petugas dengan wartawan saat pemulangan pengunjuk rasa di Masjid Raya Sumbar. (foto: Potongan Vidoe)

PADANG – Ternyata sejumlah jurnalis yang sedang meliput di Masjid Raya Sumatera Barat pada Sabtu 05 Agustus 2023 diduga mendapatkan kekerasan, intimidasi dan penghalangan oleh personil kepolisian.

Saat itu, sedang terjadi kerusuhan dalam proses pemulangan masyarakat Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat, yang bertahan di lokasi, setelah menggelar demonstrasi sejak 31 Juli hingga 4 Agustus 2023 di Kantor Gubernur Sumatera Barat.

Dari data yang didapatkan AJI Padang, sedikitnya 4 orang jurnalis yang menjadi korban. Jurnalis Tribunnews Nandito Putra, dipiting oleh polisi berpakaian bebas saat sedang merekam kondisi sambil live streaming untuk medianya.

Ia sebelumnya juga dilarang mengambil gambar dan ponselnya juga berupaya direnggut.

BACA JUGA  Ini Kata Gubernur Irwan Prayitno Terkait Insiden Cekcok Ketua KPU Sumbar dengan Petugas Posko Covid-19

Nandito menjelaskan, sekitar jam 15.30 WIB, dirinya sedang melakukan siaran langsung di Facebook Tribunpadang.com dan merekam situasi pemulangan warag Jorong Pigogah Pati Bubur di pelataran Masjid Raya Sumbar.

Mulanya kegiatan siaran langsung berjalan lancar tanpa ada gangguan. Setelah dua menit merekam kondisi warga, dirinya mengarahkan kamera ke arah aparat polisi yang sedang menarik-narik seorang perempuan.

“Saya mengikuti kerumunan itu hingga jarak lebih kurang tiga meter. Namun tiba-tiba saat saya merekam, tiba-tiba datang beberapa orang berpakaian preman dan menarik saya. handphone saya sempat diambil paksa. Lalu aparat tersebut menanyakan apa tujuan saya dan saya menjelaskan kalau saya sedang liputan,” katanya.

Dito baru dilepaskan setelah dua orang jurnalis menyampaikan protes kepada para polisi, karena rekan mereka diamankan. Namun saat upaya itu, petugas juga mengangkat kerah baju Fachri Hamzah Jurnalis Tempo dan melontarkan ancaman.

BACA JUGA  Dinas Pendidikan Bukittinggi Keluarkan Jadwal Pembelajaran Selama Bulan Ramdhan 1445 H

Selain Fachri, Aidil Ichlas Ketua AJI Padang juga mendapatkan ancaman dari petugas yang sama saat berupaya melepaskan Nandito. Beberapa menit kemudian, sejumlah perwira dari Polresta Padang menengahi dan meminta maaf kepada Nandito, Fachri dan Aidil atas peristiwa tersebut.

Tidak hanya itu, perilaku intimidasi juga dialami oleh Dasril Jurnalis Padang TV. Saat itu, Dasril sedang mengambil gambar penangkapan salah satu pendamping dari LBH Padang.

Comment