BudayaPeristiwaPolitikTanah Datar

Wabup Ahmad Fadly Buka Lomba Pidato Adat Minangkabau

2
×

Wabup Ahmad Fadly Buka Lomba Pidato Adat Minangkabau

Sebarkan artikel ini

TANAHDATAR – Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly membuka Lomba Pidato Adat Alua Pasambahan sekaligus meluncurkan Buku Memoar Pengurusan LKAAM Kabupaten Tanah Datar di Balai Adat Tantejo Gurhano Batusangkar, Kamis (6/8/2026).

Wabup menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LKAAM yang telah menggelar lomba pidato adat untuk generasi muda Tanah Datar.

“Pidato adat atau alua pasambahan memiliki peran sangat krusial dalam kebudayaan Minangkabau, bukan sekadar penyampaian kata-kata, namun bagian dari sistem kemasyarakatan, norma dan tata krama suku. Karena itu lomba ini sebagai ajang untuk pelestarian budaya Minangkabau perlu kami apresiasi,” ucap Fadly.

Wabup menyebut pidato adat atau alua pasambahan memiliki banyak makna yang terkandung di dalamnya, bahkan bisa dijadikan salah satu sarana untuk diplomasi di Minangkabau.

Baca Juga:  Kubu Gadang jadi Desa Wisata Terbaik Sumbar

“Alua pasambahan mengajarkan bagaimana etika berkomunikasi dengan lawan bicara, yang dilatih dengan rasa saling menghormati menggunakan tutur bahasa yang halus, kiasan atau bahasa perumpamaan, sehingga tidak menyinggung perasaan pihak lain,” tutur Fadly.

Di kesempatan itu Wabup juga menyampaikan selamat kepada pengurus LKAAM Kabupaten Tanah Datar yang telah meluncurkan buku memoarnya.

“Selamat kepada Bapak Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali yang telah menyelesaikan penulisan bukunya, semoga mampu menjadi inspirasi bagi kita semua,” ucap Fadly.

Sebelumya Ketua Pelaksana Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali menyampaikan, lomba pidato adat atau alua pasambahan tahun ini diikuti 24 grup dari Kecamatan se Kabupaten Tanah Datar.

“Antusias generasi muda Tanah Datar tahun ini untuk mengikuti lomba sangat tinggi, dibuktikan dengan telah mendaftar 24 grup se Kabupaten Tanah Datar,” ucap Mustafa.

Baca Juga:  Wabup Ahmad Fadly Sampaikan Perubahan APBD Tanah Datar 2025

Untuk peluncuran bukunya, Mustafa Akmal menyampaikan, penyusunan buku tersebut membutuhkan waktu selama dua tahun.

“Semoga buku perjalanan hidup Saya ini, dengan berprofesi sebagai wartawan, PNS, dosen, aktivis dan advokat, serta pengurus LKAAM Kabupaten Tanah Datar bisa bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi semua, terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penulisan buku ini,” tutur Mustafa. (Adri)