Nasional

Sumbar Gagas Konsep Carbon Non-market

426
×

Sumbar Gagas Konsep Carbon Non-market

Sebarkan artikel ini
Adi Junedi Direktur KKI Warsi dalam kegiatan Dialog Kebijakan Menggagas Konsep Carbon Non-market di Sumbar yang diselenggarakan di Padang pada Selasa (1/8/2023).Ist

PADANG – Masyarakat yang menjaga hutan di kawasan perhutanan sosial berhak mendapat dukungan dan pendanaan. Karena, hal ini berdampak baik pada pengurangan emisi dan meningkatkan kemampuan hutan untuk menyimpan cadangan karbon.

Usaha ini pun selaras dengan komitmen Indonesia dalam dokumen nationally determined contribution (NDC) pengurangan emisi melalui sektor mitigasi perubahan iklim melalui pemanfaatan hutan dan penggunaan lahan atau yang dikenal dengan forest and other land uses (FOLU) Net Sink 2030.

Karena itu, dengan upaya yang dilakukan masyarakat berhak mendapat dukungan, termasuk mendapat pendanaan. Namun, masyarakat mengalami tantangan finansial dan kemampuan teknis mengakses skema perdagangan karbon yang membutuhkan biaya besar. Untuk validasi dan verifikasi hasil mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

BACA JUGA  Banjir dan Longsor Padang Pariaman, Satu Meninggal 1.138 Warga Terdampak

Karena itu, Dinas Kehutanan Sumatera Barat dan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi menggagas sebuah konsep carbon non-market untuk menggalang dukungan dana. Atau insentif atas hak karbon bagi masyarakat yang telah menjaga hutan.

Konsep carbon non-market ini dicetuskan dengan tujuan masyarakat yang mengelola kawasan hutan melalui perhutanan sosial mendapat hak atas karbon atas upaya dalam menjaga tutupan hutan yang telah dilakukan.

“Carbon non-market yang dimaksud adalah semacam dukungan dana dan kebijakan sebagai reward kepada masyarakat pengelola perhutanan sosial atas upaya yang dilakukannya dalam menjaga hutan melalui patroli dan pengamanan hutan,” kata Adi Junedi Direktur KKI Warsi dalam kegiatan Dialog Kebijakan Menggagas Konsep Carbon Non-market di Sumbar yang diselenggarakan di Padang pada Selasa (1/8/2023).

BACA JUGA  Hindari Pencaplokan, Menteri ATR/BPN Dorong 352 Ribu Hektar Tanah Ulayat Sumbar Didaftarkan

Dukungan yang ingin dicapai dalam bentuk kebijakan, kegiatan program, dan alokasi pendanaan. Untuk penyelenggaraan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang tidak menimbulkan transfer hak atas karbon bagi pihak-pihak terkait.

Perbedaan mendasar antara carbon market dan carbon non market adalah transfer karbon atau jual-beli kredit karbon hasil kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Comment