Nasional

Atasi Banjir Jangka Panjang, Kota Padang Butuh Embung dan Relokasi Warga

511
×

Atasi Banjir Jangka Panjang, Kota Padang Butuh Embung dan Relokasi Warga

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi bersama Sestama BNPB serta Walikota Padang meninjau salah satu lokasi yang terkena bencana kemaren (14/7) di Kota Padang.Ist

PADANG – Untuk mengantisipasi banjir yang melanda Kota Padang dalam jangka panjang diperlukan pembangunan embung. Sehingga air yang langsung tumpah ke pemukiman.

Sedangkan pada daerah yang rawan dengan longsor, masyarakat agar dapat di relokasi. Karena berada pada kemiringan yang membahayakan. Topografi rawan longsor.

Hal itu terungap saat Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah bersama Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Walikota Padang meninjau salah satu lokasi yang terkena bencana kemaren (14/7) di Kota Padang.

Mahyeldi menyebut peninjauan itu dilakukan guna mengantisipasi potensi terjadinya bencana longsor yang lebih besar. Sekaligus untuk merencanakan langkah-langkah strategis penanganan jangka panjang.

BACA JUGA  Bola Liar Pelantikan Baznas Sumbar, Baznas Pusat Minta Mahyeldi Jangan Terlalu Jauh Bertindak

Tepatnya titik lokasi yang menjadi objek kunjungan itu ialah Kelurahan Mato Aia Kecamatan Padang Selatan dan Kawasan Maransi Kelurahan Aia Pacah Kecamatan Koto Tangah.

“Kami sudah berbincang dengan Walikota Padang dan juga BNPB. Kemungkinan ada nanti yang harus direlokasi mengingat topografi di titik longsor, khususnya di Mato Aia yang berpotensi membahayakan warga,” ungkap Mahyeldi setelah melakukan peninjauan, Sabtu (15/07/2023).

Ia juga mengutarakan rencana langkah startegis lainnya, terutama untuk mengantisipasi banjir di Kota Padang. Mahyeldi menyebut, akan direncanakan pembangunan embung untuk pengendalian banjir. Terkait dengan titik lokasi ia mengaku itu akan ditentukan oleh Pemko Padang.

“Ketika curah hujan tinggi bersamaan dengan pasang air laut, itu akan memicu genangan air yang cukup lama, bahkan berpotensi menyebabkan banjir. Karena itu kita rencanakan membangun embung dan pompa di titik rawan agar genangan dapat surut lebih cepat,” sambung Gubernur.

BACA JUGA  Hebat, Ini Mentri dan Pejabat Tinggi Negara yang Bakal ke Sumbar

Selanjutnya berkaitan dengan kebutuhan darurat bagi masyarakat yang terdampak, Mahyeldi mengatakan pemerintah telah menyediakan dapur umum dan bantuan lainnya. Menurutnya itu cukup untuk mengantisipasi kebutuhan pokok para warga yang terdampak.

Sementara itu, Sestama BNPB Rustian menyampaikan mekanisme penanganan darurat untuk penyematan dan evakuasi sudah dilakukan dengan baik oleh pemerintah daerah bersama pihak terkait.

Comment