PendidikanUmum

Lomba Lintas Alam Telusur Perjuangan Harimau Kuranji Ditabuh Ketua DPRD Sumbar

925
×

Lomba Lintas Alam Telusur Perjuangan Harimau Kuranji Ditabuh Ketua DPRD Sumbar

Sebarkan artikel ini

PADANG – Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji (LLA-TJPHK) ditabuh Ketua DPRD Sumbar Supardi, Jumat malam (25/11/2022). Pembukaan ini juga dihadiri anggota DPRD Padang Zalmadi, anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman dan Kabid Pengembangan Dispora Sumbar Desvita Murni.

Kemudian, sekitar 308 orang tediri dari 77 tim peserta LLA – TJPHk dilepas menempuh rute lomba dilepas legislatif Evi Yandri Rajo Budiman, Sabtu pagi (26/11/2022) sekitar pukul 09.00 WIB.

Ketua DPRD Sumbar Supardi beri kata sambutan

Panpel LLA-TJPHK Desvita Murni mengatakan, kegiatan ini untuk mengenang kembali, nilai nilai sejarah perjuangan pejuang pejuang di Sumbar khususnya Harimau Kuranji dari Kota Padang,dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

“Yakni dengan menelusuri kembali rute perjalanan pejuang dan pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan dalam kegiatan Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji (LLA-TJPHK)tahun 2022 ini,” ungkap Desvita.

Dikatakan Desvita, lomba Lintas alam ini dilaksnakan melalui Pokir anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, yang diikuti sedikitnya 308 orang peserta. Dengan mengambil rute pejuang Batalion Harimau Kuranji

Baca Juga:  Wagub Sumbar jadi Saksi Nikah Ricky Asrizal - Cici Paramida Anak Pegawai Humas 

Ketua KAN Pauh IX Kuranji Kota Padang Suardi Dt Rj Bujang mengatakan, sebagai ninik mamak cukup mendukung kegiatan yang diusung anak nagari Pauh IX yang duduk sebagai anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman. Yakni, dilaksanakan melalui pokok pokok pikiran (Pokir) Evi Yandri.

“Diharapkan, anak kamanakam di Pauh IX Kuranji jangan melupakan sejarah perjuangan Harimau Kuranji,” ujar Suardi.

Anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan, mengapa kegiatan ini mengambil perjuangan Batalion Harimau Kuranji, karena ddasari Sumbar memiliki pejuang pejuang, termasuk Bung Hatta.

Perjuangan Harimau Kuranji dengan pentolan Kolonel Ahmad Husein, yang memiliki basis perjuangan di kawasan Kuranji. Karena, konsentrasi pejuang pejuang di Kota Padang terusik dengan kedatangan Tentara Sekutu, diboncengi Belanda

Kenapa, pejuang Harimau Kuranji mengambil inisiatif berbasis di sisi Bukit Barisan di kawasan Kuranji, karena tak telepas dari alamnya yang sangat mendukung melakukan perjuangan dengan sistem gerilya.

Baca Juga:  Tingginya Tingkat Bahaya Limbah B3, Sumbar Butuh Insenerator

Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan, setiap sejarah ada zamannya, namun tak terbantahkan kadang terllupakan keturunan dan anak anak dari pejuang tersbut sekarang. “Jika dipeehatikam dari para pejuang itu mereka tak memiliki harta, pusaka seperti sawah dan lain, maka kerunan mereka butuh perhatian dari pemerintah,” ujar Supardi.

Dikatakan, hingga sekarang, dengan keberadaan PRRI memang cukup membuat trauma mayarakat Sumbar, karena dicap sebagai pemberontak. Tapi, jika dianalisa PRRI bukanlah sebuah pemberontakan. Akan tetapi sebuah bentuk dari sikap kritis orang Sumbar terhadap pemerintah pusat saat itu. Saat itu masyarakat Sumbar termasuk Ahmad Hosein.

Diharapkan, ke depan dalam memperingati perjuangan Harimau Kuranji dengan kegiatan lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji ini saja. Perlu ditingkatkan ke bentuk bentuk kegiatan lebih bermakna lagi. “Sehingga, kita jangan menjadi tamu di negeri kita sendiri, “ucap Supardi. (drd)