Hukum

Banyak Begal, Jalan By Pass Kota Padang tidak Aman Lagi

1532
×

Banyak Begal, Jalan By Pass Kota Padang tidak Aman Lagi

Sebarkan artikel ini
Kondisi mobil yang dirusak orang tak dikenal saat melintas di Jalan By Pass Padang, tepatnya di sekitar Kecamatan Kuranji.Ist

PADANG – Jalan By Pass Kota Padang sudah tidak aman lagi. Warga resah, karena jalan raya tersebut menimbulkan ancaman lain dari bahaya begal.

Seorang pengendara mobil diserang orang tak dikenal (OTK) di kawasan Jalan By Pass, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Korban diketahui bernama Tino Fabel Octaviano (29) yang tinggal di daerah Maransi Indah, Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Tino Fabel mengatakan, kejadian yang membuat mobilnya rusak akibat diserang orang tidak dikenal terjadi pada Minggu (23/10/2022) malam.

“Sekitar pukul 22.30 WIB, saya sedang dalam perjalanan dari kawasan Cengkeh menuju pulang ke rumah di Maransi Indah,” kata Tino Fabel, Senin (24/10/2022).

Saat perjalanan pulang, Tino singgah untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU By Pass Kilometer 10 kawasan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Baca Juga:  Pemprov Sumbar dan KPK Intensifkan Sosialisasi Bahaya Korupsi Kepada ASN

“SPBU yang berlokasi sebelum daerah Balai Baru. Sebelum SPBU, saya tidak merasa ada yang mengikuti,” ujarnya.

Setelah mengisi BBM, Tino pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah.

“Setelah keluar dari SPBU, sekitar 200 meter, saya mendengar suara tubrukan dari belakang mobil,” katanya.

Mendengar suara keras dari belakang mobilnya, Tino pun berhenti dan keluar dari mobil untuk memastikan apa yang sedang terjadi.

“Lalu saya perhatikan ada dua sepeda motor yang melintas, dan langsung kabur begitu saja,” katanya.

Ia melihat dua sepeda motor itu ditumpangi oleh empat orang laki-laki.

“Sepeda motornya jenis Yamaha King yang khas dengan suara knalpotnya, dan satu unit lagi menggunakan sepeda motor Satria FU yang khas bentuk body belakangnya,” katanya.

Baca Juga:  Perjuangan Panjang FNTS Membuahkan Hasil, Blokir Lahan Masyarakat Dibuka

Tino menjelaskan, kedua kendaraan yang digunakan pelaku tidak memiliki plat nomor polisi (Nopol).

“Lalu saya perhatikan kaca mobil di belakang dan samping kiri belakang sudah pecah begitu saja,” jelasnya.

Tino Fabel menduga kaca mobilnya pecah akibat dipukul oleh pelaku dengan menggunakan besi batangan.

“Dipukulnya kalau yang saya perhatikan, mungkin dengan besi batangan dengan panjang sekitar 1 meter. Besi batangan seperti balok,” ujarnya.

Setelah kejadian, sekitar jam 23.30 WIB dirinya langsung melaporkan kejadian dugaan Tindak Pengrusakan ini ke Polsek Kuranji.

Informasi tersebut juga sudah beredar di media sosial. Sejumlah warga resah dengan kondisi tersebut.(*/Bdr)