Peristiwa

DPMPTSP Sumbar gelar Promosi Potensi Investasi dan Bisnis Forum Sumatera Barat 2022

745
×

DPMPTSP Sumbar gelar Promosi Potensi Investasi dan Bisnis Forum Sumatera Barat 2022

Sebarkan artikel ini
Wagub Sumbar Audy Joinaldy bersama empat kepala daerah di Sumbar pada Bisnis Forum Sumatera Barat 2022, Kamis (20/10).ist

PADANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPDMPTSP) Sumbar menggelar Bisnis Forum Sumatera Barat 2022 di Balairung Jakarta, Kamis (20/10). Kegiatan tersebut diharapkan dapat menarik investor ke Sumbar.

Kali ini DPMPTSP menghadirkan Walikota Padang, Walikota Padang Panjang, Wakil Bupati Sijunjung, dan Bupati Tanah Datar yang diwakili Sekdakab untuk menyampaikan potensi ivestasi di daerah masing-masing.

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mengatakan Pandemi Covid-19 yang melanda dunia selama 2 tahun belakangan telah berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi di seluruh negara termasuk
Indonesia. Untuk membangkitkan perekonomian dibutuhkan investasi.

Katanya, kondisi ketenagakerjaan Sumbar pada Agustus 2021 yang terdampak Covid-19 sebanyak 313,85 ribu dari total penduduk usia kerja sebanyak 4,08 juta orang. Komposisi penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 terdiri dari 31,57 ribu orang pengangguran karena Covid-19. Sebanyak 13,64 ribu orang Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19, 16,78 ribu orang sementara tidak bekerja karena Covid-19 dan 251,86 ribu orang penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19.

Baca Juga:  Wali Kota Erman Safar Hadiri Kegiatan Lomba Fashion Show Kebaya Yang Diadakan Oleh Dekranasda

“Dampak covid-19 sangat besar pada dunia usaha kita di Sumbar untuk itu perlukan investasi agar menggerakan perekonomian kembali,”sebutnya.

Dikatakannya, Sumbar merupakan tempat yang menarik untuk berinvestasi dan berwisata. Dengan keindahan alam dan budaya Minangkabau yang begitu mempesona. Besarnya potensi investasi yang dimiliki serta kenikmatan kuliner masakan Padang yang begitu terkenal di seluruh dunia.

“Para tamu akan membuktikan sendiri kebenaran informasi kami dengan datang ke Sumbar,”ulasnya.

Dalam kegiatan tersebut, digelar presentasi peluang investasi. Guna menyampaikan informasi potensi unggulan/peluang investasi. Dengan keragaman potensi sumberdayanya, berinvestasi di Sumatera Barat merupakan kegiatan ekonomi yang menguntungkan.

Terutama untuk sektor-sektor unggulan, terutama di bidang pariwisata, energy terbarukan, sumberdaya mineral, perkebunan, pertanian dan industri hilir.

Kepala DPMPTSP Sumbar Adib Alfikri mengatakan kegiatan tersebut digelar guna mempromosikan potensi investasi unggulan yang siap ditawarkan kepada calon investor. Karena, Sumbar merupakan salah satu daerah tujuan investasi yang layak dijual dan memiliki daya saing yang tinggi.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi kabupaten/kota agar bisa bertemu langsung dengan para calon investor dalam rangka mengembangkan ekonomi daerahnya melalui peningkatan investasi.

Baca Juga:  Bencana Banjir dan Longsor Parah di Limapuluh Kota, Sumbar

“Dengan dipromosikannya peluang investasi melalui paparan yang disampaikan oleh masing-masing kepala daerah kepada para calon investor, investor dapat berinteraksi langsung dengan kabupaten/kota yang memiliki potensi investasi. Kemudian melakukan penjajakan lebih lanjut setelah forum,”ujarnya.

Sebelumnya kegiatan ini telah selenggarakan di beberapa provinsi. Diantaranya Medan, Mataram, Denpasar, Bandung, Batam, dan Makassar. Tahun ini DPMPTSP memilih Jakarta mengingat banyaknya calon investor potensial yang berdomisili di kota ini termasuk para perantau yang sukses

Selain itu, Kota Jakarta adalah daerah lintas perekonomian di Indonesia yang sangat memungkinkan bagi Sumbar menarik investasi dan kerjasama investasi ke Sumbar dari calon investor yang berlokasi di sekitar Jakarta.

Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Komisi III dan anggota, serta beberapa Kepala DPMPTSP Kab/Kota Se Sumbar. Hadir sebagai undangan Kadin Indonesia, Kadin Sumbar, Asosiasi PHRI, ASITA, HIPMI, AKKINDO Pusat serta segenap pelaku usaha dari keluarga minang di Jakarta.(bdr)