Pendidikan

Terasa Go Internasional, Kelas IX.3 MTsN 1 Padang Tampilkan Muhadharah 4 Bahasa

629
×

Terasa Go Internasional, Kelas IX.3 MTsN 1 Padang Tampilkan Muhadharah 4 Bahasa

Sebarkan artikel ini

PADANG – Terasa Go Internasional, hebat, hebat dan hebat. Itulah kalimat yang patut disematkan kepada kelas IX.3 di bawah bimbingan walikelas Erina Erlis, yang tampil luar biasa pada kegiatan Muhadharah di aula serbaguna, Jumat (21/10/22).

Kehebatan itu terlihat mulai dari tampilan pembawa acara dengan 4 bahasa, (Indonesia, Jepang, Inggris, dan Arab), Pidato tiga bahasa (Arab, Inggris, Indonesia) nasyid berbahasa Inggris dan yang paling ngakak dan mengocok perut adalah tiga peserta menampilkan Puisi Parodi karya Erina Erlis.

Yakni peserta yang tampil yaitu, MC tiga bahasa dilakoni Fitri (bahasa Indonesia), Raehan (bahasa Arab), Aressa (bahasa Inggris), Jingga (bahasa. Jepang).

Kalam Illahi dan saritilawah dibacakan Putri dan Alayya, pidato bahasa Indonesia Azzahra, bahasa Arab Finola dan bahasa Inggris Raisha.

Baca Juga:  Pemprov Usulkan pada Kementrian, Sisa Calon Siswa SMA akan Ditampung dengan Penambahan Isi Kelas

Puisi Parodi dibawakan Gugun, Laura dan Maharani, nasyid berbahasa Inggris Olivia, Keysha, Zeltri, Azzahra Laila, Raisya Fatimah, tahfizh di bacakan Lulu dan hanafil, Dzikir asmaul husna Aressa dkk dan doa penutup dibacakan Lingga.

Hj. Yusneti yang bertindak selaku penceramah memberikan pencerahan tentang “Manajemen Waktu”.
Ada 3 waktu yang dijalani yaitu, masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Teladanilah Rasulullah yang membagi waktunya jadi 3 bagian, seperempat untuk ibadah, sepertiga untuk aktifitas dunia, dan selebihnya untuk keluarga.

“Waktu itu juga ibarat pisau yang apabila dapat digunakan dengan baik itu juga berguna bagi kita. Jika kita pintar memenej waktu dengan baik, maka kita akan senang dan gembira menjalani hari tanpa ada tekanan,” ujar Yusneti.

Sementara itu Walikelas IX.3 Erina Erlis, saat ditanya tentang durasi waktu dan strategi latihan hingga bisa tampil hebat dan spaktakuler. “Kami latihan hanya 1,5 jam perhari selama tiga hari, Selasa-Kamis sekitar pukul 13.00-14.30 WIB sehabis jam belajar. Akan tetapi semuanya dikasih tanggung jawab untuk latihan sungguh-sungguh, buktinya tadi kan semuanya tampil dengan baik, ” ucap Erin.

Baca Juga:  Proses Pendidikan Sumbar Masih Kesulitan dalam Kondisi Pandemi Covid-19

Dikatakan guru senior ini, masing-masing mereka mempunya kelebihan dan kekurangan, jadi tergantung pandai-pandai memotivasi dan menyemangatinya.

Erin berharap kelas yang belum tampil akan bisa lebih hebat lagi, tentunya diperlukan strategi walikelas untuk melatihnya. “Masing-masing kelas hanya bisa tampil satu kali dalam satu semester, maka ketika ada di antara siswa yang tidak tampil saat kelasnya pelaksana muhadharah, amat sangat disayangkan sekali, ” kata Erin. (drd)