Politik

Tolak Laporan Sengketa Pilkada, Fauzan Haviz: Kinerja Bawaslu Bukittinggi Dipertanyakan

181
×

Tolak Laporan Sengketa Pilkada, Fauzan Haviz: Kinerja Bawaslu Bukittinggi Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI — Mantan anggota DPRD kota Bukittinggi mempertanyakan kinerja komisioner Bawaslu, menyusul ditolaknya pengaduan dugaan sengketa pilkada, dalam penetapan calon wali kota dan wakil wali kota di pemilihan serentak Desember 2020.

“Ya, kita mempertanyakan penolakan oleh Bawaslu. Berkas sebagai bukti pelaporan, saya rasa sudah lengkap,” kata mantan anggota DPRD kota Bukittinggi, Fauzan Haviz di Bukittinggi, Senin (28/9/2020).

Menurut Fauzan, harusnya Bawaslu Bukittinggi menerima dulu laporan tersebut, dan kalau pun ada kekurangan diminta untuk melengkapi baru kita lengkapi.

“Cara Bawaslu seolah mereka tidak mengerti, yaitu lihat panduan dan tanya sini dan tanya ke situ, Bawaslu terkesan tidak memahami tugas. Bagaimana proses rekrutmen mereka ini,” celetuk Fauzan.

BACA JUGA  Hadir di Padang, Ketum PSI Kaesang Pangarep Targetkan Capai Parliamentary Threshold

Fauzan menyebutkan, Bawaslu menolak pelaporan pengaduan dengan alasan tidak ada saksi, merupakan alasan tepat bagi Bawaslu, namun terkesan alasan pembenaran.

Pasalnya, menurur Fauzan, diminta saksi yang melihat penetapan calon pilkada, sementara waktu penetapan tersebut dilakukan secara tertutup oleh KPU guna menekan wabah Covid 19.

“Kita akan coba hadirkan saksi. Sebagaimana disampaikan Bawaslu, hari Selasa (29/9/2020), mereka besama Gakkumdu yang merupakan gabungan antara Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan menerima pelaporan dengan membawa saksi langsung akan kita penuhi,” katanya.

Sebelumnya, pengaduan yang sama pada Jumat (27/9/2020) malam juga telah ditolak Bawaslu. Pengaduan jelang tengah malam waktu itu, ditolak Ketua Bawaslu Bukittinggi, Ruzi Hariyadi, setelah tanya sana dan sini, dan melihat panduan pengaduan.

BACA JUGA  Cawagub Indra Catri Apresiasi Prestasi Randai Alang Babega

“Merujuk petunjuk teknis laporan sengketa Pilkada, pihak yang merasa dirugikan dapat melaporkan ke Bawaslu pada hari dan jam kerja,” ungkap Ruzi pada Fauzan yang didampingi pengacaranya waktu pelaporan pertama Jumat malam.

Diketahui, KPU Bukittinggi telah menetapkan tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bukittinggi pada pemilihan serentak 2020 pada Rabu (23/9/2020). Kemudian, pada Kamis (24/9/2020) dilanjutkan dengan pengundian nomor urut.

Comment