Peristiwa

Viral Video Menpar Pakai Sepatu di Masjid Raya Sumbar, Ini Faktanya

12
×

Viral Video Menpar Pakai Sepatu di Masjid Raya Sumbar, Ini Faktanya

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sumbar klarifikasi video viral, pastikan Menteri Pariwisata tidak memakai sepatu di dalam masjid.

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait kunjungan Menteri Pariwisata ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi pada 29 April 2026. Narasi yang menyebut menteri mengenakan sepatu di dalam masjid dipastikan tidak benar dan menyesatkan.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Sumbar, Nolly Eka Mardianto, menegaskan informasi tersebut muncul akibat kesalahpahaman dari potongan video yang beredar tanpa konteks utuh. Ia memastikan langsung bahwa tidak ada pelanggaran etika selama kunjungan berlangsung.

“Saya ikut mendampingi langsung kegiatan tersebut. Tidak benar menteri memakai sepatu di dalam masjid. Yang digunakan adalah kaos kaki,” tegasnya, Sabtu (2/5/2026) di Padang.

Baca Juga:  Wawako Marfendi Hadiri Pelantikan Ketua DPRD Kota Bukittinggi

Nolly menjelaskan, visual dalam video memang berpotensi menimbulkan persepsi keliru. Bentuk kaos kaki yang dikenakan tampak sekilas menyerupai sepatu, sehingga memicu penafsiran yang tidak tepat di tengah masyarakat.

Ia menekankan, seluruh rangkaian kunjungan di Sumbar berlangsung dengan penuh penghormatan terhadap nilai dan adab yang dijunjung tinggi masyarakat Minangkabau. Tidak ditemukan tindakan yang melanggar norma selama kegiatan berlangsung.

“Ia bersama rombongan menjalankan tata krama yang sesuai. Tidak ada penggunaan sepatu di dalam masjid seperti yang dinarasikan di media sosial,” ujarnya.

Lebih jauh, Nolly menyayangkan maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di ruang publik. Ia menilai arus informasi yang tidak akurat berpotensi membentuk opini keliru dan memicu kegaduhan yang tidak perlu.

Baca Juga:  Tim Gabungan Patroli Ciptakan Kondisi Aman di Tanah Datar

“Perbedaan persepsi bisa saja terjadi. Namun menyebarkan informasi yang tidak benar dan menggiring opini negatif bukan tindakan bijak,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima informasi dengan mengedepankan verifikasi sebelum membagikannya. Upaya menjaga ruang publik yang sehat dinilai penting agar informasi yang beredar tetap akurat dan bertanggung jawab.

“Mari kita jaga ruang publik dengan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.