Sumatera Barat

Teladani Rahmah El Yunusiyyah, Jadi Solusi Krisis Pendidikan Modern

13
×

Teladani Rahmah El Yunusiyyah, Jadi Solusi Krisis Pendidikan Modern

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi hadiri Seminar Nasional “Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia” di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (4/5).Ist

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pendidikan berbasis keluarga saat membuka Seminar Nasional tentang kiprah Rahmah El Yunusiyyah di Auditorium Universitas Negeri Padang, Senin (4/5/2026).

Di hadapan sekitar seribu peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, guru, serta organisasi perempuan, ia menekankan kegiatan tersebut bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi ruang refleksi dalam mencari solusi atas persoalan pendidikan yang semakin kompleks.

“Seminar ini kita gagas bukan hanya untuk mengenang sejarah. Nilai-nilai yang diajarkan Ibu Rahmah El Yunusiyyah sangat realistis untuk menjawab persoalan pendidikan terkini, sehingga perlu kembali diimplementasikan dalam proses pembelajaran saat ini,” ujarnya.

Ia menyoroti fenomena hubungan guru dan murid yang kian memprihatinkan. Ia menilai berbagai gesekan yang muncul hingga berujung konflik menunjukkan adanya krisis dalam dunia pendidikan.

“Kita melihat sekarang hubungan guru dan murid tidak jarang mengalami gesekan yang tidak sepatutnya. Bahkan ada yang sampai dilaporkan ke kepolisian. Ini sudah keluar dari ruh pendidikan,” tegasnya.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem, Gubernur Mahyeldi Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Ia menilai akar persoalan tersebut berawal dari lemahnya ketahanan keluarga. Ia menyebut berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkoba hingga perilaku menyimpang kembali bermuara pada kondisi keluarga yang tidak kuat.

“Kita bicara narkoba, kembali permasalahan dasarnya ada di tingkat keluarga. Perilaku menyimpang juga kembali ke keluarga. Tapi ironisnya, setiap orang yang akan berkeluarga justru tidak dibekali secara serius tentang ketahanan keluarga,” katanya.

Ia kemudian mencontohkan konsep pendidikan yang dikembangkan Rahmah El Yunusiyyah melalui Diniyyah Puteri. Sistem tersebut dinilai mampu membekali perempuan sejak dini dengan ilmu kehidupan, agama, serta keterampilan berumah tangga.

“Saya pernah tanya alumni Diniyyah Puteri, ternyata pelajaran tentang ketahanan keluarga itu sudah diajarkan sejak SMP. Sementara kita, menjelang menikah hanya dapat pembekalan dua jam. Ini tentu tidak cukup,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemprov Berikan Perhatian Khusus untuk Penanganan Objek Krusial

Ia menilai pendekatan tersebut terbukti melahirkan generasi perempuan tangguh dan mandiri. Sejumlah tokoh besar lahir dari sistem pendidikan tersebut, termasuk Rasuna Said.

“Beliau mempersiapkan perempuan bukan hanya untuk rumah tangga, tapi juga menjadi pribadi mandiri dan berwawasan luas. Hasilnya bisa kita lihat, banyak tokoh besar lahir dari sana,” katanya.

Perwakilan Kementerian Kebudayaan melalui Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan Feri Arlius menegaskan Rahmah El Yunusiyyah merupakan pelopor pendidikan perempuan di Indonesia yang pemikirannya tetap relevan hingga kini.

“Beliau adalah arsitek pendidikan perempuan pertama di Indonesia melalui Diniyyah Puteri. Di tengah keterbatasan akses pendidikan saat itu, beliau membuka jalan bagi kemandirian intelektual dan spiritual perempuan,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Sumbar Syaifullah menyampaikan seminar ini bertujuan menggali kembali pemikiran Rahmah El Yunusiyyah agar tetap relevan dengan tantangan pendidikan modern, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk melanjutkan nilai perjuangan tersebut. (Bdr)