Peristiwa

Sumbar Darurat Banjir, BPBD Gelar Apel Siaga Darurat Bencana

189
×

Sumbar Darurat Banjir, BPBD Gelar Apel Siaga Darurat Bencana

Sebarkan artikel ini
Gubernur Irwan Prayitno bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmantocek barisan personel dalam Apel Siaga Darurat Bencana di RTH Imam Bonjol, Jumat (31/1).ist

PADANG – Menyikapi tingginya potensi bencana banjir, banjir bandang dan longsor Pemprov Sumbar menggelar apel siaga. Langkah itu sekaligus menindaklanjuti penetapan darura siaga banjir, banjir bandang dan longsor yang sudah dikeluarkan Gubernur Irwan Prayitno

Sebelumnya, hasil perkiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menyebutkan Sumbar berpotensi terjadi bencana banjir, longsor, dan banjir bandang hingga bulan April 2020 mendatang.

Gubernur Irwan Prayitno, mengatakan, perkiraan itu sejauh ini telah menyebabkan sejumlah bencana di daerah yang mengalami banjir, dan angin kencang. Seperti belum lama ada puluhan kayu tumbang di Kota Padang, dan banjir turut terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, dan beberapa daerah lainnya.

BACA JUGA  Bukittinggi Terapkan Sekolah 5 Hari Mulai Senin 4 September 2023

Disebutkannya, langkah tegas menyikapi hal itu sejauh ini Pemprov Sumbar telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor di Sumbar sejak tanggal 20 desember 2019 sampai dengan 28 Februari 2020 mendatang.

“Sumbar merupakan daerah gudangnya bencana, jadi soal kesiapsiagaan terus kita lakukan. BPBD diseluruh daerah juga selalu siap melakukan penanganan dan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya, Jumat (31/1/2020).

Bahkan Gubernur juga melakukan apel siaga darurat kepada seluruh BPBD di Sumatera Barat. Tujuan hal itu, kata Irwan, melihat kesiapan pihak terkait serta perlengkapannya apabila terjadi bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat.

Menurutnya, dalam penanganan bencana itu, perlu adanya penyamaan langkah serta menyatukan tekad untuk saling bahu membahu dalam upaya penanggulangan bencana. Kepada tim BPBD juga dihimbau untuk selalu siap dari berbagai kondisi, begitu juga peralatan perlu dipastikan benar siapp turun ke lapangan.

BACA JUGA  Tim SAR Lantamal II Ikut Pencarian dan Penyelamatan Korban Laka Lantas Sungai Baremas

“Tidak hanya teruntuk kepada BPBD, kepada relawan juga perlu turut membantu, sehingga masyarakat bisa diselamatkan dalam situasi bencana,” tegasnya.

Irwan berpendapat, bencana di Sumbar, hal-hal yang perlu dilaksanakan dalam rangka pengurangan risiko bencana yakni melakukan inventarisasi, pemetaan/mapping daerah rawan bencana dan mensosialisasikannya kepada masyarakat, melalui kegiatan mitigasi dan pencegahan.

Comment