Peristiwa

Sekolah Terdampak Banjir, Kepsek Diberi Kewenangan Putuskan Libur Atau Tidak

629
×

Sekolah Terdampak Banjir, Kepsek Diberi Kewenangan Putuskan Libur Atau Tidak

Sebarkan artikel ini
Kondisi banjir di Simpang Alai Parak Kopi, Kota Padang terendam banjir. Merupakan akses ke SMA 3 dan SDN 03 Alai.ist

PADANG – Banyaknya sekolah dan akses menuju sekolah terendam banjir, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar berikan kewenangan pada kepala sekolah untuk memutuskan libur atau tidak.

Kepala sekolah diberikan kewenangan mengambil kebijakan terkait proses belajar mengajar mengingat kondisi cuaca ekstrim.

Diketahui, hujan lebat mendera hampir sebagai besar wilayah Sumatera Barat sepanjang Kamis (13/7) malam sampai dengan Jumat (14/7) pagi.

“Jika kondisi memang tidak memungkinkan kepala sekolah dipersilahkan mengambil kebijakan untuk mengalih proses belajar mengajar ke rumah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Barlius, Jumat (14/7), pagi.

Diakui Barlius, beberapa kepala sekolah telah menghubunginya guna melaporkan dan berkonsultasi terkait pelaksanaan PBM. Beberapa kepala sekolah melaporkan jika sekolah kebanjiran, akses ke sekolah yang kebanjiran, bahkan beberapa rumah guru, tenaga kependidikan, dan banyak siswa yang kebajiran.

Baca Juga:  Tol Padang-Sicincin Diuji Coba, Diharapkan Jadi Solusi Kemacetan

“Kita persilahkan sekolah mengambil kebijakan terbaik berdasarkan kondisi masing-masing,” tegas Barlius.

Namun, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat tidak mengeluarkan edaran resmi terkait pengalihan PBM dari sekolah ke rumah. Hal itu dikarenakan situasi masing-masing sekolah tidaklah sama.

“Kita tidak bisa mengeluarkan edaran resmi karena kondisi sekolah di Sumatera Barat untuk SMA, SMK, dan SLB yang berbeda-beda,” ujar Barlius.

Barlius juga mengingatkan seluruh jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat untuk selalu waspada dan berhati-hati. Tidak hanya mewaspadai air, tetapi juga potensi bencana lain seperti listrik.

“Kita berdoa dan berharap semua akan baik-baik saja,” harap Barlius mengakhiri. (Bdr)