Peristiwa

Sepuluh Perantau Minang Korban Kerusuhan Wamena asal Pessel Semua

150
×

Sepuluh Perantau Minang Korban Kerusuhan Wamena asal Pessel Semua

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN--Wagub Sumbar Nasrul Abit beri kata sambutan di hadapan masyarakat Kerinci Jambi yang ada di Sumbar.

PADANG – Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit membenarkan adanya perantau Minang yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua. Setidaknya ada sepuluh korban, sembilan meninggal dunia satu luka-luka.

Pemprov Sumbar terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah Jaya Wijaya. Terutama memantau kondisi warga Minang di Papua.

“Saya turut berduka cita, terakhir sudah sembilan orang yang meninggal. Kebanyakan di dari Pesisir Selatan. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah,”sebutnya, didampingi Kepala Biro Kerjasama dan Rantau, Setdaprov Sumbar, Luhur Budianda, Selasa (24/9/2019).

Nasrul Abit mengimbau agar perantau Minang yang masih berada di Wamena diharapkan untuk mengamankan diri. Terutama pada lokasi-lokasi yang aman.

Informasi terakhir perantau Minang yang ada di Wamena mencapai 1.200 orang. Jumlah itu pada umumnya berusaha sebagai pedagang, pemilik toko dan di instansi pemerintah.

BACA JUGA  Gelar Aksi Demo, Aliansi Pedagang Tolak Alfamart Masuk Sumbar

“Terakhir keluarga kita yang wanita turun ke Timika, pria masih di Wamena,”ungkapnya.

Warga Minang di Wamena pada umumnya mengamankan diri ke Makodim dan masjid-masjid yang ada di daerah itu.

“Sekarang, unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) sedang rapat, bagaimana langkah selanjutnya,”ulasnya.

Dikatakannya, saat ini langkah Pemprov Sumbar masih melakukan koordinasi dengan pemerintah di Wamena. Karena Pemprov Sumbar harus hati-hati mengambil kebijakan, terutama untuk menyelamatkan warga Minang di Papua.

“Kita masih menunggu sifatnya, karena kita belum bisa mengambil kebijakan, langkah apa yang tepat. Kalau bantuan bantuan apa yang baik,”ujarnya.

Meski begitu, jika ada keluarga korban meninggal dunia yang akan dibawa pulang ke Sumbar, maka Pemprov Sumbar akan menyediakan alat transportasi dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ke kampung.

BACA JUGA  Pemko Bukittinggi Bayarkan Iuran BPJS Masyarakat Kurang Mampu, Anggaran Terserap 10 M di 2023

“Nanti kita sediakan transportasi dari BIM,”pungkasnya.

Dari data Pemprov Sumbar, korban akibat kerusuhan tersebut ada sepuluh orang, satu luka-luka sembilan meninggal dunia.
Korban meninggal yakni, Syafrianto asal Lengayang Pesisir Selatan, Jefry Antoni pedagang asal Taluak, Pesisir Selatan. Kemudian, Hendra asal Lengayang Pesisir Selatan, Rizky asal Pessel, Ibnu pelajar asal Pessel, Iwan pedagang asal Pessel, Nofriyanti pedagang asal Pessel, Yoga Nurdi Yakob pedagang asal Pessel dan Putri istri dari Syafrianto.

Comment