Peristiwa

Inilah Nama-nama Perantau Minang Meninggal Akibat Kerusuhan Wamena

251
×

Inilah Nama-nama Perantau Minang Meninggal Akibat Kerusuhan Wamena

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit

PADANG – Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit membenarkan adanya perantau Minang yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua. Setidaknya ada sepuluh korban, sembilan meninggal dunia satu luka-luka.

Pemprov Sumbar terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah Jaya Wijaya. Terutama memantau kondisi warga Minang di Papua.

Dari data Pemprov Sumbar, korban akibat kerusuhan tersebut ada sepuluh orang, satu luka-luka sembilan meninggal dunia.

Korban meninggal yakni, Syafrianto asal Lengayang Pesisir Selatan, Jefry Antoni pedagang asal Taluak, Pesisir Selatan. Kemudian, Hendra asal Lengayang Pesisir Selatan, Rizky asal Pessel, Ibnu pelajar asal Pessel, Iwan pedagang asal Pessel, Nofriyanti pedagang asal Pessel, Yoga Nurdi Yakob pedagang asal Pessel dan Putri istri dari Syafrianto.

BACA JUGA  Wagub Sumbar Ziarah ke Makam Korban Musibah Sound System

Sementara korban luka yakni, Isal suami dari Nofriyanti profesi dagang, kondisi luka ringan.

“Saya turut berduka cita, terakhir sudah sembilan orang yang meninggal. Kebanyakan di dari Pesisir Selatan. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah,”sebutnya, didampingi Kepala Biro Kerjasama dan Rantau, Setdaprov Sumbar, Luhur Budianda, Selasa (24/9/2019).

Nasrul Abit mengimbau agar perantau Minang yang masih berada di Wamena diharapkan untuk mengamankan diri. Terutama pada lokasi-lokasi yang aman.

Informasi terakhir perantau Minang yang ada di Wamena mencapai 1.200 orang. Jumlah itu pada umumnya berusaha sebagai pedagang, pemilik toko dan di instansi pemerintah.

“Terakhir keluarga kita yang wanita turun ke Timika, pria masih di Wamena,”ungkapnya.

BACA JUGA  Putra Sumbar, Mantan Kepala BNPB Doni Monardo Meninggal Dunia

Warga Minang di Wamena pada umumnya mengamankan diri ke Makodim dan masjid-masjid yang ada di daerah itu.

“Sekarang, unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) sedang rapat, bagaimana langkah selanjutnya,”ulasnya.

Dikatakannya, saat ini langkah Pemprov Sumbar masih melakukan koordinasi dengan pemerintah di Wamena. Karena Pemprov Sumbar harus hati-hati mengambil kebijakan, terutama untuk menyelamatkan warga Minang di Papua.

“Kita masih menunggu sifatnya, karena kita belum bisa mengambil kebijakan, langkah apa yang tepat. Kalau bantuan bantuan apa yang baik,”ujarnya.

Comment