Politik

Sering Disudutkan Terkait RSUD M.Zein, Nasrul Abit Tantang Hendrajoni Bicara di Sidang Terbuka

190
×

Sering Disudutkan Terkait RSUD M.Zein, Nasrul Abit Tantang Hendrajoni Bicara di Sidang Terbuka

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit

PADANG – Selalu disudutkan terkait dengan pembangunan rumah sakit umum daerah M. Zien, mantan Bupati Pesisir Selatan, Nasrul Abit mengaku siap bicara di sidang terbuka. Menurutnya tak elok seorang kepala daerah membuat polemik di media sosial.

“Saya tidak suka berpolemik di media dan media sosial, sekarang begini saja, jika memang diperlukan untuk meluruskan rencana pembangunan RSUD M. Zein saya siap bicara di sidang terbuka, kalau mau undang saya, saya akan buka semuanya,”jawab Nasrul Abit yang juga Wakil Gubernur Sumbar, Jumat (9/8/2019) di Padang.

Hal itu disampaikannya menyikapi pernyataan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang menyatakan mangkraknya pembangunan RSUD M. Zein adalah salah kebijakan dari Nasrul Abit yang masih menjabat Bupati Pessel. Bahkan, Hendrajoni terang-terangan mengaku tidak akan melanjutkan pembangunan RSUD tersebut, karena ada banyak kejanggalan.

BACA JUGA  Gebu Minang Sumbar Bukber dengan Fadly Amran di Basko Hotel

“Saya minta agar DPRD Pesisir Selatan mengundang saya secara resmi, gelar sidang terbuka. Saya terangkan semua tentang pembangunan RSUD M.Zein yang dijadikan polemik itu,” katanya di Padang, Jumat.

Ia juga meminta agar bupati, tokoh masyarakat dan ninik mamak Painan, anggota DPRD, Sekretaris Daerah, kepala OPD terkait dan BPKP untuk datang dalam sidang terbuka tersebut.

Dengan demikian, menurut Nasrul, semua akan terang benderang sehingga tidak ada polemik lagi di tengah masyarakat.

Secara sekilas ia menerangkan pembangunan RSUD M Zein di Bukit Taranak, Kecamatan IV Jurai, adalah kesepakatan bersama antara semua pihak, bukan keinginan Nasrul Abit yang saat itu menjadi bupati.

Kesepakatan itu, kata dia, ditandatangani bersama. “Dokumennya masih ada hingga saat ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Caleg Firdaus Ilyas dapat Dukungan dari Alumni SMPN 7 dan SMAN 2 Padang

Dikatakannya, pascagempa besar 2009 muncul beberapa hasil penelitian yang menyebutkan adanya potensi gempa besar di patahan berlokasi di Mentawai. Jika gempa itu terjadi diperkirakan akan terjadi tsunami setinggi 12 meter akan menerjang daerah itu. Karena itu sebagai langkah antisipasi, RSUD dibangun di lokasi ketinggian, katanya.

Hal itu, juga didukung fakta bahwa lokasi RSUD saat itu tidak bisa lagi dikembangkan karena sudah sangat padat dan tidak bisa lagi menampung masyarakat yang ingin berobat.

Comment