Sumatera Barat

Pemprov Sumbar Gandeng Pendiri Kasisolusi, Perkuat Pendampingan UMKM Nagari Creative Hub

8
×

Pemprov Sumbar Gandeng Pendiri Kasisolusi, Perkuat Pendampingan UMKM Nagari Creative Hub

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy. Ist

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menggandeng Deryansha Azhary, pengusaha sekaligus pendiri platform media bisnis dan komunitas Kasisolusi, untuk memperkuat pendampingan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Nagari Creative Hub (NCH).

Kolaborasi ini bertujuan mempercepat dan mengoptimalkan pelaksanaan NCH. Deryansha akan memberikan mentoring kepada para pendamping, terutama dalam penguatan branding dan strategi bisnis. Pendamping diharapkan mampu membantu UMKM mengembangkan produk, membangun identitas usaha, serta memperluas jangkauan pasar.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, mengatakan keterlibatan praktisi bisnis diperlukan untuk meningkatkan kapasitas pendamping. Dengan begitu, pembinaan terhadap UMKM lokal yang tergabung dalam program NCH dapat berjalan lebih optimal.

“Kita ingin program NCH ini berjalan lebih optimal. Untuk itu, kita perlu mentoring dari pakar seperti Deryansha Azhary, terutama untuk urusan branding dan strategi bisnis,” ujar Vasko di Padang, Jumat malam (6/11/2026).

Vasko mengungkapkan, kunjungannya ke berbagai nagari di Sumbar memperlihatkan banyak potensi lokal bernilai ekonomi tinggi. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan pengelolaan, pengemasan, dan strategi pemasaran yang lebih baik.

Baca Juga:  Jalan Simpang Malalak - Padang Luar, Guspardi Gaus Minta Pemprov Segera  Perbaiki

Potensi itu tidak hanya berupa produk fisik, seperti kuliner dan pakaian khas nagari. Kekayaan budaya yang tidak berwujud, seperti silek, randai, musik tradisional, serta berbagai tradisi lokal yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau, juga memiliki peluang untuk dikembangkan.

Menurut Vasko, pengembangan potensi lokal membutuhkan penguatan identitas, kreativitas, kualitas produk, dan strategi pemasaran. Langkah tersebut penting agar produk dan karya masyarakat nagari mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Pendampingan juga menjadi aspek penting dalam pengembangan UMKM. Pelaku usaha tidak cukup hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga perlu memahami cara membangun dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

“Yang kita bangun bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga sistem, sumber daya manusia, dan pendampingan. Kita ingin nagari memiliki kemampuan untuk berkembang secara mandiri, produktif, dan berdaya saing,” katanya.

Sebagai langkah awal, hingga 2026 Pemprov Sumbar telah menyiapkan 13 nagari percontohan untuk menerapkan konsep Nagari Creative Hub. Program ini menjadi wadah kolaborasi masyarakat dalam mengembangkan kreativitas, melestarikan budaya, bertukar gagasan, serta memasarkan produk unggulan nagari secara lebih terorganisasi.

Baca Juga:  Karateka Sumbar Raih Medali Asia, Mahyeldi Pastikan Pembinaan Atlet Tetap Berjalan

Pemprov Sumbar juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat kapasitas UMKM. Platform pemasaran daring dan media sosial menjadi sarana untuk memperluas pasar. Strategi penjualan melalui siaran langsung atau live streaming juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha menjangkau konsumen tanpa batasan jarak dan wilayah.

Melalui penguatan pendampingan, kolaborasi dengan praktisi bisnis, serta optimalisasi potensi lokal, Pemprov Sumbar berharap Nagari Creative Hub tumbuh menjadi ekosistem ekonomi kreatif yang produktif. Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal, membuka peluang usaha, serta memperluas kesejahteraan masyarakat nagari.

“Harapan kita, ini tidak hanya tentang peningkatan daya saing produk lokal, tetapi menjadi ekosistem ekonomi kreatif yang produktif berbasis nagari,” pungkasnya. (Bdr)