PADANG – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, mengajak masyarakat memperkuat pencegahan kanker serviks melalui edukasi kesehatan, deteksi dini, dan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV). Ajakan itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks dan Kick Off Vaksinasi HPV yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumbar di Aula Kantor Gubernur, Kamis (15/10/2026).
Arry menegaskan, kesadaran menjaga kesehatan perlu dibangun sejak dini melalui pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan sesuai anjuran tenaga medis, dan imunisasi. Menurutnya, pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati. Karena itu, kesadaran untuk menjaga kesehatan harus dibangun sejak dini, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga,” ucapnya.
Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, Indonesia diperkirakan mencatat 36.964 kasus baru kanker serviks dengan 20.708 kematian. Sementara itu, data Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar tahun 2025 mencatat 129 perempuan positif HPV DNA dari 8.779 perempuan berusia 30–69 tahun yang menjalani pemeriksaan.
Data tersebut memperlihatkan pentingnya memperluas edukasi dan akses pemeriksaan kesehatan. Masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang tepat mengenai pencegahan kanker serviks. Vaksinasi HPV menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi perempuan dari infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
Program imunisasi HPV nasional menyasar anak perempuan kelas V sekolah dasar atau sekitar usia 11 tahun. Dukungan orang tua, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat diperlukan agar pelaksanaan imunisasi berjalan sesuai jadwal dan rekomendasi kesehatan.
Ketua DWP Provinsi Sumbar, Arymbi Arry, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Dharma Wanita Persatuan Pusat Nomor 118/SETJEN/DWPP/IX/2026 tentang Pelaksanaan Kick Off Vaksinasi HPV. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen DWP dalam mendukung peningkatan kesehatan perempuan dan keluarga melalui pendekatan promotif dan preventif.
Arymbi menjelaskan, edukasi mengenai faktor risiko, pencegahan, dan deteksi dini perlu terus diperluas agar masyarakat memahami pentingnya perlindungan terhadap kanker serviks. DWP juga memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi kesehatan melalui lingkungan keluarga dan organisasi perempuan.
“Perempuan yang sehat akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berperan aktif dalam keluarga, organisasi, dan pembangunan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, DWP Provinsi Sumbar mendorong kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi perempuan, dan masyarakat untuk memperkuat edukasi, deteksi dini, serta vaksinasi HPV sesuai rekomendasi kesehatan. Upaya berkelanjutan ini diharapkan meningkatkan perlindungan kesehatan perempuan sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang sehat dan berkualitas. (Bdr)






