Sumatera Barat

Kenal Pamit Kapolda Sumbar, Mahyeldi Apresiasi Pengabdian Djati Wiyoto Abadhy

1
×

Kenal Pamit Kapolda Sumbar, Mahyeldi Apresiasi Pengabdian Djati Wiyoto Abadhy

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi saat menghadiri acara kenal pamit Kapolda Sumbar di Gedung Rangkayo Basa Polda Sumbar, Kamis (8/10/2026).Ist

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak Kapolda Sumbar yang baru, Jawari, melanjutkan sinergi antarlembaga untuk menjaga keamanan daerah dan mendukung pembangunan. Mahyeldi menyampaikan hal itu saat menghadiri acara kenal pamit Kapolda Sumbar di Gedung Rangkayo Basa Polda Sumbar, Kamis (8/10/2026).

Dalam acara tersebut, Jawari menggantikan Djati Wiyoto Abadhy sebagai Kapolda Sumbar. Mahyeldi menilai pergantian pimpinan merupakan hal lumrah dalam organisasi. Namun, berbagai program dan praktik baik yang telah berjalan perlu terus diperkuat.

Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumbar, Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada Djati beserta keluarga atas pengabdian selama memimpin Polda Sumbar. Meski menjabat sekitar tiga bulan, Djati dinilai telah memberikan kontribusi dalam memperkuat koordinasi antarlembaga dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

“Walaupun waktunya begitu pendek, tetapi banyak meninggalkan jejak-jejak positif yang bermanfaat untuk daerah masyarakat di Sumatera Barat. Terima kasih Bapak Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy,” ucapnya.

Mahyeldi menyoroti koordinasi Polda Sumbar dengan pemerintah provinsi, TNI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut mendukung penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Mahyeldi juga mengapresiasi keterbukaan Djati dalam membangun komunikasi dengan masyarakat dan insan pers melalui forum “Duduak Basamo”. Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan budaya Minangkabau yang mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan penyelesaian masalah melalui dialog.

Baca Juga:  Ketum Pelti Sumbar Syahrial Kukuhkan 12 Pengkab/Pengkot Secara Serentak

“Dengan duduk bersama, banyak hal yang bisa kita kolaborasikan dan sinergikan. Tetapi ketika sendiri, tentu kita memiliki keterbatasan sehingga hasilnya pun akan menjadi kurang optimal,” ujarnya.

Selain itu, Mahyeldi mengapresiasi upaya penguatan integritas internal Polda Sumbar serta keterlibatan kepolisian dalam menangani persoalan masyarakat. Ia mencontohkan bantuan personel kepolisian saat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Solok, termasuk pencarian warga hilang dan penyediaan dapur bagi masyarakat terdampak.

“Walaupun pendek dari segi waktu, tetapi dampaknya kepemimpinannya begitu terasa bagi masyarakat Sumatera Barat,” ungkapnya.

Kepada Jawari, Mahyeldi berharap berbagai praktik baik tersebut terus berlanjut. Ia mengajak Forkopimda dan masyarakat memperkuat kolaborasi untuk menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan Sumbar.

“Selamat bertugas di Ranah Minang, Sumatera Barat. Mudah-mudahan hal-hal positif yang selama ini telah dihadirkan dapat terus diperkuat pada masa kepemimpinan Bapak Irjen Pol. Jawari,” ucapnya.

Sementara itu, Djati menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi, Forkopimda, jajaran kepolisian, dan masyarakat atas dukungan selama dirinya bertugas di Sumbar. Ia menyebut dinamika masyarakat selama sekitar tiga bulan kepemimpinannya membutuhkan respons cepat dan kerja sama berbagai pihak.

Djati juga berpesan agar jajaran kepolisian terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, karakter masyarakat Sumbar yang terbuka membutuhkan pelayanan kepolisian yang cepat dan responsif.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, Ini Susunan Pengurus DPP DARAM Periode 2023-2028

“Polri bersama masyarakat, kita akan terus lakukan langkah-langkah dan upaya untuk berkolaborasi bersama masyarakat menjaga situasi kamtibmas di Sumatera Barat agar tetap kondusif, sehingga dapat membantu Bapak Gubernur dalam membangun daerah,” katanya.

Djati kemudian berpamitan karena menerima amanah baru di Badan Reformasi Agraria Nasional. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama bertugas terdapat ucapan atau tindakan yang kurang berkenan.

Kapolda Sumbar Jawari mengapresiasi sambutan Pemerintah Provinsi, Forkopimda, dan masyarakat. Ia berkomitmen melanjutkan program serta kerja sama yang telah dibangun pendahulunya.

“Sebagai orang baru, kami mohon izin agar kami diterima menjadi salah satu bagian dari masyarakat Sumatera Barat. Kami berkomitmen akan melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh Pak Kapolda yang lama,” ujar Jawari.

Jawari menegaskan kepolisian membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menjalankan tugas. Ia meminta arahan dan koreksi dari Gubernur, Forkopimda, serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

“Kami hadir ke sini tidak untuk berjalan sendirian, tetapi berjalan bersama Bapak Gubernur, Forkopimda, dan seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama menyukseskan dan mengamankan Sumatera Barat sehingga terwujud Sumatera Barat yang aman dan kondusif,” katanya. (Bdr)