Peristiwa

MTQ ke-42 Sijunjung Diikuti 251 Peserta dari Delapan Kecamatan

1
×

MTQ ke-42 Sijunjung Diikuti 251 Peserta dari Delapan Kecamatan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi Mahyeldi saat membuka MTQ Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung di Lapangan Sepak Bola Tunas Karya, Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Kamis (15/10/2026). Ist

SIJUNJUNG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan keberhasilan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tidak hanya diukur dari kelancaran penyelenggaraan. Keberhasilan juga ditentukan oleh sejauh mana masyarakat mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka MTQ Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung di Lapangan Sepak Bola Tunas Karya, Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Kamis (15/10/2026).
Mahyeldi mengatakan MTQ memiliki peran strategis dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat Sumatera Barat. Kegiatan tersebut juga mendukung penerapan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam kehidupan masyarakat.
“Suksesnya penyelenggaraan MTQ itu jangan hanya dilihat dari lancarnya penyelenggaraan, tapi juga perlu diukur dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an diamalkan dalam kehidupan masyarakat,” katanya.
Mahyeldi berharap nilai-nilai Al-Qur’an dan ajaran Rasulullah tidak hanya dipahami melalui kegiatan keagamaan. Nilai tersebut harus tercermin dalam pikiran, ucapan, dan perilaku masyarakat setiap hari. Karena itu, pelaksanaan MTQ secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi perlu terus diperkuat sebagai sarana syiar Islam sekaligus pembinaan pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an.
Mahyeldi juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota mempercepat pelaksanaan MTQ di daerah masing-masing. Langkah tersebut akan memberi waktu pembinaan lebih optimal bagi peserta potensial yang akan berlaga pada tingkat provinsi dan nasional.
“Kita berharap dari MTQ yang dilaksanakan di kabupaten dan kota akan lahir qori dan qoriah terbaik yang dapat mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional,” ujarnya.
Mahyeldi menyebut MTQ Nasional 2027 direncanakan berlangsung di Provinsi DKI Jakarta, kemungkinan pada September 2027. Pemerintah daerah perlu merencanakan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat pada tahun yang sama sejak awal. Persiapan lebih dini akan memberi kesempatan kepada peserta terbaik untuk menjalani pembinaan secara maksimal.
Mahyeldi turut mengingatkan dewan hakim dan juri agar menjaga integritas selama menjalankan tugas. Mereka harus melakukan penilaian secara transparan dan objektif agar hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kemampuan setiap peserta.
Sementara itu, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, berharap MTQ ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung berjalan lancar. Dia juga berharap kegiatan tersebut memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus mempersiapkan peserta terbaik untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat pada 2027.
Ketua Panitia MTQ Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung, Erik Sahdienof, melaporkan kegiatan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026. Kecamatan Koto VII menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ yang diikuti 251 peserta dari delapan kecamatan di Kabupaten Sijunjung.
Perlombaan berlangsung di sejumlah lokasi dengan berbagai cabang, antara lain tilawah, tahfiz Al-Qur’an, tartil, hafalan hadis, azan, khutbah Jumat, Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), dan karya tulis ilmiah Al-Qur’an (KTIQ). Erik menjelaskan kegiatan ini bertujuan memperluas syiar Islam, menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, serta mengevaluasi dan membina kafilah secara berjenjang untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat pada 2027. (Bdr)

Baca Juga:  Wako Ramlan Nurmatias Pimpin TSR 1 di Masjid Jami' Mandiangin