PADANG — Luapan Sungai Batang Guo merendam permukiman dan lahan warga di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (10/10/2026). Banjir yang terjadi setelah hujan mengguyur sejak pukul 13.30 WIB itu membuat warga waspada karena air menggenangi sejumlah titik hingga ke ladang.
Luapan sungai juga menggenangi sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman di Kecamatan Kuranji. Warga menduga pendangkalan sungai akibat endapan lumpur sisa banjir bandang beberapa waktu lalu memperparah kondisi saat debit air meningkat.
Hingga Sabtu sore, banjir masih merendam sejumlah titik di Kelurahan Gunung Sarik. Warga bertahan di rumah masing-masing sambil memantau ketinggian air. Mereka khawatir luapan sungai semakin meluas dan merusak rumah serta lahan pertanian.
Murni, warga Kelurahan Gunung Sarik, mengatakan banjir yang mencapai halaman rumah dan ladangnya jarang terjadi. Meski Sungai Batang Guo kerap meluap, air biasanya tidak sampai menggenangi lahannya yang berada cukup tinggi dari tebing sungai.
“Sungai ini airnya memang sering meluap, tapi jarang yang sampai ke halaman rumah saya ini. Apalagi merendam ladang seperti sekarang,” katanya.
Dampak banjir juga dirasakan Yovit, 46, penangkar bibit di Kelurahan Gunung Sarik. Ia mengatakan banjir belakangan ini sudah dua kali merendam bibit tanaman yang dibudidayakannya. Akibatnya, puluhan ribu bibit yang siap dijual mati terendam air.
“Banjir beberapa bulan lalu juga merendam bibit yang siap tanam, seperti kelapa, alpukat, dan durian. Jika ditotal ada sekitar 50 ribu bibit saya mati direndam banjir,” katanya.
Kerugian tersebut menambah beban warga yang menggantungkan penghasilan dari usaha pembibitan dan pemanfaatan lahan. Banjir yang berulang tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga mengancam keberlangsungan usaha pertanian di kawasan tersebut.
Warga berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi Sungai Batang Guo dan melakukan normalisasi aliran sungai. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi pendangkalan serta memperlancar aliran air ketika hujan deras meningkatkan debit sungai.
Masyarakat berharap normalisasi Sungai Batang Guo dapat mencegah luapan air kembali merendam permukiman dan lahan pertanian. Mereka juga berharap penanganan dilakukan secara berkelanjutan agar risiko banjir dan kerugian warga dapat ditekan. (Bdr)





