PADANG-“Pucuk dicinta ulam tiba, sumua digali air datang,” ungkapan bijak lnl cocok sekali dengan harapan masyarakat yang bermukim di sepanjang jalan akses ke SMAN 16 Padang, yang terletak di Simpang Akhirat Kuranji Kota Padang.
“Harapan tersebut menyusul telah mulai diaspalnya Jalan Simpang Akhirat – SMAN 16 Padang Bukit Napa Kuranji, sepanjang lebih kurang 1 kilometer,” ujar Arman Malin Bungsu salah seorang tokoh masyarakat setempat, Rabu (2/9/2026).
Dikatakan Arman, selama ini kondisi jalan ini sangat memprihatinkan sekali. Singkat kata, tidak layak rasanya kondisi jalan seperti ini berada di Ibukota Provinsi Sumbar yakni Kota Padang
Kenapa demikian, kondisinya cukup memprihatinkan. Bahkan, asalnya jalan jalan aspal Hotmix, namun kini kondisinya sisa- sisa aspal nyaris sudah habis. Sehingga, jalan tersebut dihiasi kerusakan di mana – mana serta berlubang.
Sehingga di musim kemarau, debu beterbangan saat dilewati kendaraan roda empat. Sebaliknya, jika musim hujan, tak bisa dibayangkan. Jalan ini berlumpur dan berubah jadi anak sungai, karena, drainase yang berada di sisi kanan jika datang dari kanan, airnya tumpah ke jalan.
Artinya, dengan diaspalnya jalan ini merupakan harapan yang cukup lama dinantikan masyarakat. “Maka, kami sebagai masyarakat yang bermukim di sisi jalan ini berterima kasih kepada Walikota Padang Fadly Amran dan OPD terkait, dengan telah dimulainya pengerjaan pengaspalan jalan ini,” ujar Arman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Padang Malvi Hendri mengharapkan, kepada masyarakat Kuranji untuk membantu kelancaran pengerjaan jalan sepanjang lebih kurang 1 kilometer.
” Saya harapkan semua elemen masyarakat Kuranji terutama warga Simpang Akhirat – SMAN 16 Padang agar jangan mengganggu kelancaran pengerjaan, demi mendukung program Walikota Padang yang bertajuk” Padang Rancak, “ucap Hendri.
Dikatakan Hendri, pengerjaan jalan ini memakan dana Rp2,3 miliar yang berasal dari APBD Kota Padang, dengan waktu pengerjaan selama 4 bulan.” Selain itu, kita memperbaiki talud jalan yang rusak serta mamasang batu kali jalan agar kualitas jalan bertahan lama,” ujar Hendri. (drd)







