AGAM — Sebanyak 120 santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Pakan Sinayan mengikuti pelatihan literasi bertajuk “Gembira Berkarya: Melangkah Menuju Seribu Harapan” dalam rangkaian kegiatan FORTASI dan MataMuda 2026.
Kegiatan ini menghadirkan guru, penulis, sekaligus pegiat literasi Dilla, S.Pd. sebagai narasumber yang mengajak para santri menjadikan literasi sebagai budaya sekaligus jalan untuk melahirkan karya.
Kegiatan yang bertujuan menggiatkan budaya literasi di lingkungan pesantren tersebut didampingi oleh Ibu Haniyyah selaku Pembina Asrama Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Pakan Sinayan dan Ibu Yanti selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah. Selama hampir dua jam, para santri diajak memahami pentingnya membaca, menulis, berpikir kritis, serta memanfaatkan teknologi digital secara bijaksana agar mampu menghasilkan karya yang bermanfaat.
Suasana pelatihan berlangsung hidup dan penuh semangat. Berbagai pertanyaan pemantik, permainan edukatif, hingga latihan menulis membuat seluruh peserta terlibat aktif. Antusiasme santri terlihat dari jawaban-jawaban yang kritis, cerdas, dan reflektif. Beberapa jawaban bahkan mendapat apresiasi khusus dari narasumber karena menunjukkan cara berpikir yang matang dan kreatif.
Dalam materinya, Dilla menegaskan bahwa santri memiliki potensi besar menjadi penulis karena kehidupan pesantren penuh dengan nilai, pengalaman, dan inspirasi yang layak dituliskan.
“Kalian tidak perlu mencari cerita yang jauh. Kehidupan di pesantren adalah sumber ide yang tidak akan pernah habis. Jika mulai menulis hari ini, suatu saat karya kalian akan dibaca banyak orang dan menjadi amal jariah yang terus mengalir,” pesannya.
Sebagai bentuk apresiasi, Dilla memberikan hadiah berupa buku kepada santri yang mampu memberikan jawaban paling menarik selama sesi berlangsung. Ia juga menyerahkan dua buku karyanya untuk melengkapi koleksi Perpustakaan Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Pakan Sinayan agar dapat menjadi referensi dan penyemangat bagi para santri untuk mulai menulis hingga menerbitkan buku.
Di akhir kegiatan, Dilla mengaku sangat terkesan dengan semangat belajar para santri. Menurutnya, mereka memiliki keberanian berpikir, rasa ingin tahu yang tinggi, dan potensi besar untuk menjadi penulis muda dari lingkungan pesantren.
“Saya berharap setelah kegiatan ini tidak hanya lahir pembaca yang baik, tetapi juga penulis-penulis muda dari Muallimin Pakan Sinayan. Saya siap mendampingi mereka, mulai dari proses menulis, penyuntingan, hingga membantu penerbitan karya agar lahir buku-buku yang membanggakan pesantren,” ujarnya.
Sebagai ungkapan terima kasih, panitia FORTASI dan MataMuda 2026 menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Dilla, S.Pd. atas dedikasinya berbagi ilmu dan menginspirasi para santri. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal tumbuhnya budaya literasi di Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Pakan Sinayan, sehingga semakin banyak santri yang berani berkarya, menyebarkan gagasan, dan memberi manfaat melalui tulisan. (Aul)







