PAINAN – Usai menuntaskan agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PKPS Se-Indonesia di Painan, 7-9 Juli 2026 lalu, Sekjen DPP PKPS, Bakri Maulana, SE, MP dan beberapa pengurus lainya memilih melepas penat dengan berwisata sejarah.
Destinasi yang dituju adalah Pulau Cingkuak, pulau kecil bersejarah di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.
Rombongan yang dikomandoi Sekjen DPP PKPS itu terlihat menyeberang menggunakan perahu wisata, Selasa siang (14/7/2026).
Perjalanan berlangsung nyaman dengan kondisi ombak yang cukup tenang dan cuaca cerah. Dari atas perahu, gugusan perbukitan hijau dan birunya laut Pantai Carocok Painan menjadi pemandangan yang memanjakan mata.
Turut dalam wisata sejarah tersebut Bunda Amy Anas, Bunda Sol Menon, Bundo Def, dan Frisma Rindu . Suasana penuh keakraban terlihat selama perjalanan. Mereka tampak saling bercanda dan melambaikan tangan ke arah kamera.
Pulau Cingkuak yang dalam catatan sejarah disebut Pulau Cingko oleh bangsa asing bukan pulau biasa. Pulau ini diyakini sebagai lokasi pendaratan awal bangsa Portugis sebelum masuk ke daratan Pulau Sumatera. Jejak sejarah tersebut masih dapat dilihat hingga kini dengan berdirinya Benteng Portugis di atas pulau tersebut.
“Pulau Cengko ini adalah pulau yang sangat bersejarah karena Portugis mendaratnya di sini untuk masuk ke Pulau Sumatera. Jadi di sini ada benteng, ada Benteng Portugis,” ujar Bakri Maulana yang akrab disapa Pak BM.
Benteng yang dibangun pada abad ke-16 itu menjadi bukti pentingnya kawasan Pesisir Selatan sebagai jalur perdagangan internasional pada masa lampau. Kini, benteng tersebut menjadi salah satu daya tarik wisata sejarah utama di Kawasan Wisata Pantai Carocok Painan
Kegiatan wisata ini, menurut peserta, tidak hanya menjadi ajang refreshing setelah padatnya agenda Rakernas, 7-9 Juli 2026 lalu, yang digelar di Gedung Painan Convention Center (PCC), namun juga menjadi sarana edukasi untuk mengenal lebih dekat sejarah maritim Indonesia.
Para peserta berharap, potensi wisata sejarah seperti Pulau Cengko dapat terus dilestarikan dan dipromosikan secara lebih luas, sehingga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus menjaga nilai-nilai sejarah bangsa.(drd)







