Ekonomi

Jelang Tahun Ajaran Baru, Pasar Raya Fase VII Jadi Motor Peningkatan Ekonomi Kota Padang

4
×

Jelang Tahun Ajaran Baru, Pasar Raya Fase VII Jadi Motor Peningkatan Ekonomi Kota Padang

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan

PADANG — Dinas Perdagangan Kota Padang menggandeng sejumlah mitra strategis untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Pasar Raya Padang Fase VII menjelang tahun ajaran baru 2026.

Meningkatnya aktivitas masyarakat yang berbelanja kebutuhan sekolah di kawasan Pasar Raya Fase VII memicu pertumbuhan transaksi perdagangan. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi para pedagang untuk meningkatkan omzet penjualan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan momentum tahun ajaran baru menjadi kesempatan besar bagi pelaku usaha, khususnya pedagang yang beraktivitas di Pasar Raya Fase VII.

Menurutnya, Pasar Raya Fase VII tidak hanya menyediakan pakaian dan perlengkapan ibadah, tetapi juga berbagai kebutuhan sekolah yang lengkap bagi masyarakat.

“Ya, kita untuk saat ini, tentunya dengan mau masuknya tahun ajaran baru, tentu ini sebuah peluang bagi pelaku usaha kita, khususnya pedagang yang berada di Pasar Raya Fase VII. Sama-sama kita ketahui di Fase VII bukan hanya sekedar pakaian, bukan hanya sekedar mukena atau alat tulis saja, tapi juga perlengkapan-perlengkapan sekolah yang dibutuhkan oleh masyarakat kita juga tersedia di Pasar Raya Fase VII. Masyarakat dapat mencari sepatu, tas, dan alat tulis yang sesuai dengan kebutuhan yang sudah tersedia lengkap di Pasar Raya Fase VII,” katanya.

Baca Juga:  Ketua Dekopinda Padang Beri Pencerahan Peserta Pelatihan Standarisasi Keuangan Pengurus Koperasi

Guna memperkuat aktivitas ekonomi di kawasan pasar, Dinas Perdagangan Kota Padang terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Koordinasi dilakukan dengan sektor perbankan hingga penyedia layanan transportasi daring untuk memperluas akses masyarakat berbelanja di Pasar Raya.

“Saat ini kita berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama dengan pihak Grab, pihak Bank Nagari, bagaimana menggaet sektor perekonomian, terutama peningkatan daya beli masyarakat kita,” ujarnya.

Selain meningkatkan transaksi perdagangan, Pemerintah Kota Padang juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok yang biasanya terjadi saat aktivitas ekonomi meningkat. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar operasi pasar secara berkala.

Operasi pasar akan difokuskan pada penyediaan sejumlah komoditas penting seperti beras, minyak goreng, dan cabai guna menjaga stabilitas harga serta memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Konferwil Perhiptani IV Sumbar, Pj Sekda Sumbar Sebut Peran Petani Penting dalam Ujudkan Swasembada

Pemerintah Kota Padang juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk mendukung revitalisasi Pasar Raya melalui perbaikan sarana dan prasarana umum. Pekerjaan tersebut akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang guna meningkatkan kenyamanan pengunjung serta mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi di kawasan pasar. (Bdr)