Ekonomi

Mahyeldi dan Dubes India Bahas Investasi Gambir hingga Pendidikan di Sumbar

19
×

Mahyeldi dan Dubes India Bahas Investasi Gambir hingga Pendidikan di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dengan Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorthy di Istana Gubernuran, Selasa (12/5/2026).Ist

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat penjajakan kerja sama internasional dengan India melalui berbagai sektor strategis, mulai dari hilirisasi gambir, kesehatan, pendidikan, energi terbarukan hingga penguatan hubungan budaya.

Peluang kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dengan Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorthy di Istana Gubernuran, Selasa (12/5/2026).

Mahyeldi mengatakan hubungan komunikasi antara Sumbar dan India sebenarnya telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir. Salah satunya melalui kunjungannya ke Chennai dan Bihar untuk mempelajari pengentasan kemiskinan serta peluang pengembangan kerja sama ekonomi.

Menurut Mahyeldi, India saat ini menjadi pasar terbesar gambir asal Sumbar. Karena itu, Pemprov Sumbar mendorong pengusaha India untuk berinvestasi dalam pengembangan industri hilir gambir di daerah.

“India merupakan pasar terbesar gambir Sumbar. Karena itu, kita berharap pengusaha India dapat berinvestasi dalam pengembangan industri hilir gambir di daerah. Ini akan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Mahyeldi juga menawarkan kawasan Padang Industrial Park sebagai lokasi potensial investasi bagi investor asal India.

Baca Juga:  48 Karyawan Semen Padang Naik Haji, Perusahaan Berikan Uang Saku

Selain sektor investasi, kedua pihak turut membahas peluang kerja sama bidang kesehatan dan pendidikan. India disebut membuka peluang pelatihan bagi ASN Pemprov Sumbar melalui program kursus jangka pendek, khususnya di bidang kesehatan dan pengentasan kemiskinan.

Mahyeldi menilai India memiliki kemajuan cukup pesat dalam sektor kesehatan, termasuk pengembangan obat-obatan dan tenaga medis.

“India cukup maju di sektor kesehatan, termasuk pengembangan obat-obatan dan tenaga medis. Tadi juga dibahas peluang kerja sama rumah sakit dan obat-obatan dengan biaya lebih terjangkau,” katanya.

Pemprov Sumbar juga mendorong penguatan kerja sama budaya dan pariwisata melalui event Serak Gulo yang rutin digelar di Kota Padang setiap Desember.

Mahyeldi bahkan mengundang langsung Dubes India untuk menghadiri festival tersebut bersama rombongan seni dan budaya dari India.

“Kita ingin mengolaborasikan budaya Serak Gulo dengan budaya India agar festival ini semakin besar dan menarik,” ujarnya.

Ia berharap hubungan Sumbar dan India ke depan dapat berkembang menjadi kerja sama sister province dengan salah satu provinsi di India, baik di bidang perdagangan, pariwisata, pendidikan maupun sektor strategis lainnya.

Baca Juga:  Melonjak Lagi, Harga Emas Antam Jadi Rp2,284 Juta per Gram

Sementara itu, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorthy mengaku terkesan dengan sambutan Pemerintah Provinsi Sumbar dan potensi ekonomi yang dimiliki daerah tersebut.

Menurutnya, Sumbar memiliki posisi penting dalam perdagangan gambir dunia karena menjadi produsen terbesar, sementara India menjadi konsumen utama katekin hasil olahan gambir.

“Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk kerja sama ekonomi. Anda adalah produsen gambir terbesar di dunia, sementara India merupakan konsumen katekin terbesar yang dihasilkan dari gambir,” katanya.

Selain hilirisasi gambir, India juga membuka peluang kerja sama investasi sektor energi terbarukan, kesehatan, hingga pendidikan antara Universitas Andalas dengan sejumlah perguruan tinggi di India.

“Kami juga menawarkan program beasiswa dan pelatihan bagi pejabat Pemprov Sumbar. Banyak peluang kerja sama yang sudah dibahas, tinggal bagaimana menindaklanjutinya,” ujar Sandeep. (Bdr)