PADANG — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kapasitas jurnalis melalui program BRI Fellowship Journalism 2026. Program tersebut disosialisasikan kepada jurnalis media di Sumatera Barat dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Mercure, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan itu diikuti sejumlah jurnalis dari berbagai media di Sumbar. Sosialisasi tersebut menjadi ajang memperkenalkan lebih dekat program fellowship yang telah dijalankan BRI sejak 2013.
Regional Business Support Head BRI Region 3 Padang, M. Taufik Hidayat, mewakili Regional CEO BRI Region 3 Padang Riza Pahlevi mengatakan, program BRI Fellowship Journalism merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
“Sejak dimulai pada 2013, program ini telah diikuti ratusan jurnalis. Untuk tahun ini ada empat peserta dari Sumbar yang mengikuti fellowship,” katanya.
Menurutnya, BRI tidak hanya berfokus pada layanan keuangan. Perseroan juga aktif mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk di bidang jurnalistik.
Dalam kesempatan itu, Taufik memaparkan sejumlah program pemberdayaan yang dijalankan BRI. Salah satunya Program Desa BRILiaN yang mulai berjalan sejak 2018.
Disampaikannya, hingga kini program tersebut telah menjangkau sekitar 3.000 hingga 4.000 desa dari total sekitar 80 ribu desa di Indonesia.
“Program ini bertujuan mendorong desa agar lebih maju dan terintegrasi, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital,” katanya.
Melalui program Desa BRILiaN, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) didorong mengembangkan usaha secara modern dan terhubung dengan sistem digital sehingga memiliki daya saing lebih baik.
BRI juga aktif mendukung digitalisasi pemerintahan desa melalui berbagai inisiatif layanan dan pengembangan teknologi.
“Sejak awal, peran BRI cukup besar dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan masyarakat desa,” ujarnya.
Tak hanya itu, BRI turut berkolaborasi dengan Rumah BUMN sebagai wadah pembinaan UMKM dan masyarakat umum. Melalui program tersebut, peserta memperoleh pelatihan pemasaran digital, pengembangan produk, hingga peningkatan kapasitas usaha.
Di bidang tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, BRI juga menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat.
Saat banjir melanda Kota Padang beberapa waktu lalu, BRI menyalurkan bantuan CSR dengan total mencapai Rp4 miliar untuk wilayah Sumbar.
“Untuk Sumbar, BRI menjadi salah satu perusahaan yang paling banyak menyalurkan bantuan CSR,” kata Taufik.
Selain menyalurkan bantuan, BRI juga membangun fasilitas pendukung di kawasan hunian sementara (huntara) Pauh dan berencana membangun fasilitas serupa di lokasi huntara lainnya.
BRI turut membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana yang sempat mengalami krisis air selama berminggu-minggu.
“Warga saat itu hanya mengandalkan kiriman air bersih dari relawan dan pemerintah. Karena itu kami berinisiatif membantu pembangunan sumur untuk kebutuhan masyarakat,” katanya. (Bdr)







