BUKITTINGGI – Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Pemerintah Kabupaten Agam mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi – Agam 2026 melalui rapat finalisasi yang digelar Rabu (22/4/2026) sore bertempat di Aula Lantai I Balaikota Bukittinggi di Bukik Gulai Bancah.
Rapat dipimpin langsung Wali Kota Bukittinggi H.M Ramlan Nurmatias,SH Datuak Nan Basa dan dihadiri lintas unsur penting, mulai dari Asisten I Pemkab Agam Yunison, Ketua KONI Bukittinggi Hendra Hendramin, Dispora Kota Bukittinggi, Diparpora Kab Agam, Pasi Ops Kodim 0304/Agam Kapten Inf Chasanatul Ishar Dalga mewakili Dandim 0304/Agam dan Subdenpom CC/XX Bukittinggi serta Turut hadir pula Kepala LPP RRI Bukittinggi Ir. Abdul Gafar Zakaria serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang masuk dalam kepanitiaan kegiatan.
Rapat tersebut menjadi penegasan bahwa pelaksanaan event Pacu Kuda dilaksanakan 2 kali dalam setahundi Kota Bukittinggi tidak sekadar seremoni olahraga tradisional, tetapi dirancang sebagai agenda wisata unggulan yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat yang kali ini di laksanakan pada 26 April 2026 di Galanggang lapang Pacu Bukik Ambacang yang lokasi penyelenggaraan Pacu Kuda Wisata Derby dimiliki 2 Nagari yakni; Nagari Kurai Kota Bukittinggi & Nagari Gaduik Kab Agam
Pendanaan Kolaboratif Tiga Sumber
Dalam pembahasan, panitia memastikan skema pembiayaan kegiatan bersumber dari tiga jalur utama, yakni APBD Provinsi Sumatera Barat melalui pokok pikiran anggota DPRD Sumbar Yessi Endriani, APBD Kota Bukittinggi, serta APBD Kabupaten Agam.
Skema ini dinilai sebagai bentuk kolaborasi kuat antar pemerintah daerah dalam menghidupkan event budaya dan olahraga berbasis masyarakat.
Selain itu, pembayaran hadiah kepada para pemenang diputuskan menggunakan sistem non-tunai (cashless) sebagai bagian dari transparansi dan modernisasi tata kelola kegiatan.
Undangan Tokoh Nasional hingga Penguatan Promosi
Panitia juga mematangkan daftar undangan yang akan melibatkan tokoh-tokoh penting, mulai dari pimpinan BUMN, perbankan, hingga unsur keamanan dan pemerintah pusat.
Sejumlah tokoh yang direncanakan hadir antara lain; Direktur Utama PT. Semen Indonesia (Persero), Direktur Utama PT. Bank Nagari (Persero) juga menjadi Sponshorship, Kapolda Sumbar, Pangdam XX/TIB, serta Dankodaeral II Teluk Bayur bahwa Kehadiran mereka diharapkan memperkuat gaung promosi event ini di tingkat regional maupun nasional.
Wali Kota Bukittinggi H.M Ramlan Nurmatias,SH Datuak Nan Basa menegaskan pentingnya manajemen undangan yang profesional.
“Saya tidak ingin ada lagi yang merasa tidak diundang dalam alek nagari ini,” tegas Ramlan.
Fokus Keamanan, Kesehatan, dan Ketertiban Arena
Dalam rapat juga ditegaskan sejumlah aspek krusial yang harus menjadi perhatian serius panitia, di antaranya kesiapan tim kesehatan hewan, mengingat event ini melibatkan puluhan kuda dari berbagai daerah.
Selain itu, pengamanan arena menjadi prioritas utama.
Wali Kota menegaskan tidak diperbolehkan adanya pedagang berjualan berdagang didalam gelanggang pacu harus streril termasuk anak anak bermain layang layang demi menjaga keselamatan dan kelancaran lomba.
Petugas pemadam kebakaran (damkar) serta tim kebersihan juga akan disiagakan penuh selama kegiatan berlangsung, guna memastikan event berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi penonton.
Lebih dari Sekadar Lomba: Penguatan Ekonomi Rakyat
Ramlan menekankan bahwa Pacu Kuda Wisata Derby bukanlah ajang mencari keuntungan semata, melainkan sarana menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Event ini bukan untuk mencari untung, tapi bagaimana alek nagari ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,”terang ramlan
Ia juga menyoroti pentingnya kualitas hadiah, terutama trofi, yang harus memiliki nilai prestise tinggi.
“Yang dicari bukan besar kecilnya pitih hadiah didapek an dalam kebanggaan saat menang sebaliknya Tropy harus bergengsi, tidak murahan,” tambahnya.
Target 80 Kuda dan Partisipasi Antar Provinsi
Event Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi–Agam 2026 direncanakan berlangsung selama satu hari penuh dan akan dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah.,SP.MSM
Sebanyak 80 ekor kuda ditargetkan ambil bagian dalam ajang ini, termasuk peserta dari luar Sumatera Barat seperti Riau, Medan dan Jambi.
Menariknya, panitia memberikan kemudahan bagi pemilik kuda, khususnya untuk kategori kuda Sagalo, Bugi, dan Kuda pemula, dengan membebaskan biaya pendaftaran. Bahkan, delapan race yang dipertandingkan juga digratiskan, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian olahraga tradisional dan pembinaan atlet pacuan.
Momentum Wisata dan Budaya
Dengan persiapan yang semakin matang, Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi – Agam 2026 diharapkan menjadi magnet wisata baru yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus mengangkat potensi budaya lokal.
Kolaborasi lintas daerah, dukungan penuh pemerintah, serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci sukses penyelenggaraan event ini, yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya Minangkabau di kancah yang lebih luas. (Aul)







