PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy menegaskan pemulihan pascabencana di Sumbar bergantung pada kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, media memegang peran strategis.
Vasko menyebut media memiliki posisi penting dalam membangun optimisme publik serta menyampaikan informasi akurat kepada masyarakat.
“Keberhasilan pemulihan pascabencana sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Semua pihak mesti bergerak seirama dan memiliki peran yang sama pentingnya, termasuk media,” ujar Vasko.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus Jaringan Pemred Sumbar periode 2025–2028. Kegiatan berlangsung di Padang, Kamis (2/4/2026). Agenda dirangkai dengan penyerahan Medal of Honor “Bakti untuk Negeri”.
Vasko menyoroti fase pemulihan pascabencana sebagai tahap paling menantang dalam penanganan bencana. Ia menilai proses tersebut membutuhkan kerja menyeluruh.
Ia menyebut pemulihan tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur. Pemerintah perlu memastikan masyarakat terdampak kembali hidup layak serta memiliki ketahanan ekonomi.
“Yang paling berat saat ini adalah bagaimana masyarakat terdampak bisa kembali hidup layak, tenang, dan memiliki penghasilan seperti sedia kala. Itu yang hingga saat ini terus kita upayakan,” ujar Vasko.
Jaringan Pemred Sumbar memberikan penghargaan Medal of Honor “Bakti untuk Negeri” kepada tokoh dan lembaga. Penghargaan diberikan atas kontribusi dalam penanganan bencana hidrometeorologi akhir November lalu. Penyerahan dilakukan langsung oleh Vasko kepada penerima.
Kategori tokoh meliputi Dony Oskaria, Andre Rosiade, Zigo Rolanda, Sonny Affandi, Ummi Harneli Mahyeldi, Rahmat Saleh. Kategori lembaga meliputi Hutama Karya Infrastruktur, Nindya Karya, Bank Nagari, Polda Sumbar, Kodam I/Bukit Barisan, Semen Padang.
Ketua JPS periode 2025–2028, Adrian Tuswandi menegaskan JPS bukan sekadar wadah pemimpin redaksi. Organisasi tersebut menjadi identitas kolektif media di Sumbar.
Adrian menyebut sebanyak 35 media tergabung aktif dalam JPS. Ia menilai kekuatan utama organisasi terletak pada kolaborasi penyebaran informasi.
“Ini bagian dari identitas kita. Media yang tergabung di JPS memiliki kelebihan, khususnya dalam hal kolaborasi. Kita solid dan saling melengkapi dalam pemberitaan,” ujar Adrian. (Bdr)







