Peristiwa

Banjir dan Longsor, Sudah 12 Korban Jiwa di Sumbar

232
×

Banjir dan Longsor, Sudah 12 Korban Jiwa di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padan, Sumatra Barat, pada Kamis (27/11). (BNPB)

PADANG – Hujan mengguyur Kota Padang sepanjang Kamis (27/11) memicu bencana hidrometeorologi basah di sejumlah titik. Kondisi ini membuat BPBD Kota Padang bergerak cepat bersama BPBD Provinsi Sumbar serta unsur TNI dan Polri menangani keadaan darurat.

Arus banjir dengan debit besar menerjang rumah warga di bantaran Sungai Minturun. Material batang pohon dan lumpur merusak permukiman di Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang.

Empat warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

Kerusakan rumah terlihat di lokasi terdampak. Sejumlah bangunan tidak dapat ditempati setelah diterjang material banjir.

Selain itu, jembatan penghubung di Koto Luar, Kecamatan Pauh, putus akibat hantaman material yang terbawa arus.

Baca Juga:  Libur Nataru 2024, Bakal Ada Pembatasan Jam Operasional Truk Barang di Sumbar

BPBD Kota Padang memprioritaskan evakuasi warga, pengamanan titik rawan dan pelayanan darurat bagi masyarakat terdampak.

Data Pusdalops BPBD Sumbar menyebut cuaca ekstrem berdampak pada 17 kelurahan di 7 kecamatan di Kota Padang.

Dampak tersebut berupa banjir, longsor dan pohon tumbang di 14 titik. Pemutakhiran data masih dilakukan hingga Kamis sore.

Dalam rapat tingkat menteri secara virtual, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menyampaikan operasi penanganan darurat terus berjalan.

“Data terakhir di Sumatra Barat, korban meninggal dunia sebanyak 12 orang dan warga terdampak sekitar 12.000 jiwa,” ujar Vasko.

Ia menyebut tantangan penanganan berupa pembersihan material, gangguan akses komunikasi dan perbaikan darurat infrastruktur vital.

Baca Juga:  Gubernur Bersedia Hadir, Pekan Depan Mahasiswa Sumbar Gelar Aksi Lagi

“Titik longsor di badan jalan yang amblas, pohon tumbang di beberapa kabupaten dan kota,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Vasko menjelaskan status tanggap darurat sudah ditetapkan di tingkat provinsi serta sejumlah kabupaten dan kota. Wilayah lain menyusul sesuai perkembangan keadaan. (Bdr)