Sumatera Barat

Cuaca Ekstrem di Sumbar Berlanjut Tiga Hari Lagi, Pemprov Sumbar Ingatkan Warga di Daerah Rawan

253
×

Cuaca Ekstrem di Sumbar Berlanjut Tiga Hari Lagi, Pemprov Sumbar Ingatkan Warga di Daerah Rawan

Sebarkan artikel ini
Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi

PADANG – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan setelah rilis terbaru BMKG memperpanjang prakiraan cuaca ekstrem di Sumbar hingga 29 November 2025.

Arry menyebut prakiraan awal lembaga meteorologi tersebut memproyeksikan cuaca ekstrem berlangsung hingga 27 November. Pembaruan data menunjukkan aktivitas cuaca ekstrem masih berlanjut.

“Dinamika perkembangan terus kita pantau, dan dukungan data dari BMKG masuk secara konsisten. Ternyata, durasi cuaca ekstrem di Sumbar lebih panjang dari perkiraan semula. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas kebencanaan,” ujar Arry.

Ia menegaskan pentingnya langkah antisipasi dari seluruh pihak. Kesadaran masyarakat mengikuti imbauan lembaga meteorologi dan arahan petugas kebencanaan dinilai krusial.

Baca Juga:  Inspektur Sumbar Raih Penghargaan Nasional Anggaraksa Dharma 2025

“Kami meminta masyarakat berhati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Ikuti himbauan BMKG dan arahan petugas di lapangan. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ucap Arry.

Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau merilis pembaruan informasi cuaca untuk berbagai wilayah di Sumbar.

Dalam penjelasannya, BMKG menyebut keberadaan Bibit Siklon Tropis 95B di Selat Malaka bagian timur perairan Aceh memicu pola pertemuan arus angin di wilayah Sumbar.

Kondisi itu diperkuat oleh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) negatif yang meningkatkan suplai uap air dan kelambapan udara.

Gabungan faktor tersebut menciptakan atmosfer yang labil dan memicu pertumbuhan awan hujan tebal di banyak wilayah. Situasi itu menyebabkan hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang dalam sepekan terakhir.

Baca Juga:  Gubernur Mahyeldi Komit Ujudkan Target Nasional 12,7 Juta Hektare Perhutanan Sosial

BMKG memprakirakan potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga 29 November 2025. Kondisi itu berupa hujan lebat hingga ekstrem yang berpeluang disertai angin kencang.

Wilayah yang diprediksi terdampak, di antaranya Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Pasaman, Pesisir Selatan, serta Kota Padang Panjang, Kota Pariaman, dan Kota Padang. (Bdr)