Ekonomi

7 Tahun Sakit, Iyan Kaget Saat Gubernur Numpang Sahur di Rumahnya

634
×

7 Tahun Sakit, Iyan Kaget Saat Gubernur Numpang Sahur di Rumahnya

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi bersama Hatta Yandri, (56) warga Jorong Balai Oli, Nagari Jawi-Jawi, Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin (18/3).Boy

PADANG- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menyerahkan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) untuk mantan sopir truk di Balai Oli, Nagari Jawi-Jawi, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok Senin (18/3) pagi.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam aksi ‘Singgah Sahur’. Aksi ini menjadi salah satu kegiatan rutin yang digelar Gubernur Mahyeldi setiap bulan ramadhan tiba.

Hatta Yandri, (56) mantan sopir truk pengangkut batu bara. Sudah 7 tahun lebih mengalami sakit parah karena kecelakaan. Kini kondisinya, tangan parkinson, sakit jantung, ditambah pula sakit gula (diabetes melitus).

“Ini sudah tujuh tahun lebih, saya tidak bisa kerja lagi,”sebut Iyan, sapaan pria satu anak ini.

Kini Iyan, hanya bisa duduk di rumah menemani istrinya. Ketika istrinya Mainovriza (40) pergi bekerja, Iyan di rumah menjaga rumah.

Karena dirinya memang nyaris tidak bisa melakukan apa-apa. Berdiri saja susah, tanganya selalu bergetar sendiri tak ada henti.

“Tangan ini tidak bisa apa-apa lagi,”tambahnya.

Iyan dan Riza sapaan Mainovriza, kini tinggal di rumah yang lumayan sempit. Rumah dengan dinding papan seukuran 3×4 meter. Ruangan itu dibagi dua, satu kamar tidur dan satu untuk ruang tamu.

Rumah ini juga baru 15 bulan ditempatinya, sebelumnya dia tinggal di dekat Masjid Al-Mubarakah, Jawi-Jawi Guguk, Kacamatan Gunung Talang. Dia pindah karena tempat tinggal lama tidak layak lagi.

Tidak ada kursi, semua ditaruh di lantai. Ada ruang kecil menjorok seukuran 1×2 meter. Ruang ini menjadi dapur, sekaligus tungku untuk memasak.

Baca Juga:  Lantamal II Sulap Sungai Pisang jadi Kampung Pelangi

Untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, Riza harus membanting tulang sendirian. Mereka juga harus memenuhi kebutuhan dua orang anak. satu orang anak yatim, anak dari kakaknya. Ditambahnya seorang anak kandung mereka sendiri.

Kedua anak mereka sudah sekolah, di Sekolah Dasar (SD). Dengan kondisi itu, kebutuhan mereka harus tetap dipenuhi. Menjadi tulang punggung keluarga, juga berat bagi Riza. Tapi itu harus dijalani, meski pendapatan setiap harinya tidak menentu.

“Saya kadang jualan dagangan orang. Kemudian saya dapat dari itu,”katanya.

Selain itu, Riza juga menjadi tukang masak di dapur salah satu pedagang sambal (lauk) di Jorong Oli. Dengan menjadi tukang masak ini, Riza kadang bisa mengantongi Rp40 ribu perhari.

Dengan penghasilan itu, Riza memenuhi kebutuhan setiap harinya. Meski tidak memadai, tapi uang sebanyak itu tetap dicukupkan saja.

“Bagaimana lagi, kondisi yang memaksa,”ulasnya.

Singgah Sahur
Senin (18/3) sekira pukul 03.30 WIB, kelam masih pekat rombongan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah beranjak dari Masjid Raya Salayo, Kabupaten Solok. Membelah halimun, tanpa aba-aba rombongan langsung bergerak menuju Nagari Jawi-Jawi, Gunung Talang.

Malam itu, sehabis mengikuti Safari Ramadhan ke Bukit Sileh, Kabupaten Solok, Gubernur Mahyeldi beserta rombongan memilih Masjid Raya Salayo untuk istirahat, sekaligus I’tikaf. Dari masjid ini rombongan menempuh cukup jauh menuju Jawi-Jawi, Gunung Talang.

Baca Juga:  Diingatkan Dirut, Karyawan Perumda AM Kota Padang jangan Sampai Terlibat Judol

Sekitar 500 meter dari jalan Padang-Solok, disamping Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Jawi-Jawi, Gubernur Mahyeldi langsung mengetok pintu rumah Iyan. Rumah yang dibangun disamping rumah tua. Kebetulan tanah itu adalah milik (Induk Bako) dari Iza, istrinya Iyan. Tidak ada lampu penerang di depan rumah, hanya ada satu lampu di ruang tamu.

“Assalamualaikum, adoh urang di rumah,”imbau Mahyeldi.

Dari pintu papan keluar seorang perempuan paruh baya, dia adalah Riza istrinya Iyan. Semula daun pintu hanya dibuka sedikit, menengok yang kedua kali Iza baru membuka pintu lebar-lebar. Iza masih belum menyadari didatangi orang nomor satu di Sumbar.

Dia masih terpaku melihat banyak orang di depan pintu. Baru mulai tenang setelah mendapatkan penjelasan maksud kedatangan Gubernur Mayeldi ke rumahnya.

“Kita sengaja datang diam-diam, tidak ingin merepot mereka yang sudah mengalami kesusahan. Kita datang ke sini untuk membantu warga kita yang kurang beruntung,”ujarnya Mahyeldi.

Dalam aksi ini, Gubernur Mahyeldi menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumbar, senilai RpRp25 juta. Bantuan itu untuk membangun rumah.

Ditambah bantuan dari Bank Nagari Rp2,5 juta, juga ada dari Kepala Bappenda senilai Rp5,2 juta. Karena tanah sudah ada, nantinya akan dibangun di lokasi tersebut.

“Terimakasih pada warga yang terganggu dengan kedatangan kami, kami mohon maaf. Kami sangaja tidak memberitahu. Diharapkan pembangunan menjelang lebaran dapat selesai,”pungkasnya.(Bdr)