PADANG – Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Harry Alexander mengungkapkan, saat ini dana jemaah haji yang dikelola oleh badan ini mencapai Rp168 triliun.
Dari jumlah tersebut ada Rp50 triliun atau 30 persen yang sebelumnya disimpan di bank konvensional kini diletakkan ke bank syariah.
“Jadi uang Rp50 triliun itu ditaruh di Bank Muamalat, Bank Syariah Indonesia (BSI) dan lainnya. Uang Rp50 triliun ini bisa ditarik setiap saat,” ungkap Harry saat kegiatan Safari Haji 2023 BPKH bersama Bank Muamalat Indonesia di Padang, Sabtu (15/4) di salah satu hotel di Padang.
Selain dana Rp50 triliun disimpan di bank syariah, sisa dana haji lainnya diinvestasikan di sukuk syariah, yang jumlahnya mencapai Rp116 triliun.
“Jadi dana haji itu cukup aman. Sukuk yang dibeli untuk bangun IAIN atau UIN, asrama haji, madrasah dan pesantren. Kami jaga betul,” tegasnya.
Juga ada investasi langsung sebesar 2 persen. Salah satunya dengan membeli saham Bank Muamalat. Dalam sejarahnya, bank ini dibangun oleh jemaah haji sejak tahun 1992 dan 1994. Bank Muamalat kemudian dibeli orang asing lalu kemudian BPKH mengambil alih supaya Bank Muamalat kembali ke ibu pertiwi.
“Jadi bank ini kita beli untuk jadi milik jemaah haji. Awalnya kita beli aset sebesar Rp56 triliun. Sekarang asetnya tumbuh menjadi Rp62 triliun. Bank Muamalat yang jaga Allah SWT. Ada loyalitas nasabah yang luar biasa. Kami investasi langsung setara kapital saham 16 persen dari Bank Muamalat. Dari sukuk setara 9 persen,” terangnya.
Harry juga mengungkapkan, ratusan miliar dana dari Bank Muamalat dipakai untuk digunakan jemaah haji. Di mana, jemaah haji itu awalnya hanya membayar Rp35 juta. Tapi karena biaya haji naik terus tiap tahun karena nilai tukar vallas dan naiknya biaya komponen logistik transportasi dan catering. Sehingga dengan kenaikan biaya haji mencapai Rp92 hingga 93 juta, jemaah haji cukup bayar Rp42 juta.
“Sisanya bukan disubsidi pemerintah Tetapi menggunakan nilai manfaat yang dihasilkan BPKH dengan Bank Muamalat yang digunakan untuk biaya jemaah haji,” ungkapnya.
Harry juga mengungkapkan, saat ini ada Rp3,7 triliun dana abadi umat. Dana ini bersumber dari efisiensi biaya haji tapi tidak diketahui lagi pemiliknya, sehingga BPKH ditunjuk wali dana.
“Dari dana abadi umat ini yang kami kelola ini menghasilkan Rp240 miliar. Melalui dana ini kami bantu pesantren dan sekolah. Termasuk sekolah Muhammadiyah di Padang Panjang, juga ada Pesantren Gontor di Solok. Di Sumbar baru Rp2,7 miliar diserahkan,” terangnya.
Selain bantuan ke sekolah dan pesantren juga ada bantuan berupa 3 unit ambulans ke Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sijunjung dan Universitas Negeri Padang (UNP).
Harry juga menyebutkan, dengan dana Rp168 triliun yang dikelola, bisa menghasilkan Rp9 sampai 11 triliun setahun. Dana jemaah haji ini digunakan agar biaya jemaah haji bisa istitioah (mampu) sehingga bisa tenang berangkat haji.
“Jadi semua keuntungan Bank Muamalat ini untuk jemaah haji,” ujarnya.
Indra Falatehan Dirut Bank Muamalat Indonesia, Indra Falatehan mengatakan, BPKH menjadi partner yang paling tepat saat ini. Karena selain dapat menyelesaikan kebutuhan permodalan, kini Bank Mualat kembali ke bumi pertiwi setelah sempat dimiliki asing. “Dengan kembali ke ibu pertiwi, maka keuntungan bank ini kembali kepada umat Islam,” ungkapnya.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan jemaah haji, Bank Muamalat memberikan kemudahan layanan melalui online. Termasuk juga kerjasama denga Kementerian Agama dengan menghadirkan aplikasi haji pintar untuk pelayanan pendaftaran calon jemaah haji melalui online.
“Kita memiliki aplikasi untuk mendaftar menjadi nasabah dan jemaah haji yang bisa didownload. Kita juga memiliki mobile banking dengan beragam fitur, seperti pembayaran setoran haji dan lainnya. Termasuk juga tekhnologi yang terkoneksi denga BPKH untuk bisa mengecek nilai manfaat dari BPKH,” ungkapnya.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Delmeria Sikumbang mengatakan, pihaknya selalu melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dana haji yang dilakukan BPKH. Karena kepercayaan masyarakat kepada BPKH ini sangat tinggi sekarang.
“Kerja BPKH sekarang cukup bagus dan menghasilkan nilai manfaat yang meningkat dari tahun ke tahun. Dengan dipegangnya Bank Mualat dengan penguasaan 82 persen sahamnya, kita berharap Bank Muamalat terpercaya dan semakin bagus,” harapnya.(Bdr)







