Olahraga

Kejurprov Tenis Meja Sumbar Bidik Bibit Atlet Pelajar, PTMSI Optimistis Bidik Emas PON 2028

6
×

Kejurprov Tenis Meja Sumbar Bidik Bibit Atlet Pelajar, PTMSI Optimistis Bidik Emas PON 2028

Sebarkan artikel ini

PADANG – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Sumatera Barat mulai memperkuat pembinaan atlet sejak usia pelajar melalui Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tenis Meja se-Sumatera Barat yang digelar di Aula SMAN 1 Padang, Kamis (22/10/2026).

Kejuaraan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya menjaring bibit atlet potensial sekaligus membangun karakter dan budaya olahraga di kalangan pelajar tingkat SLTA sederajat.

Ketua Pengprov PTMSI Sumbar, Gustami Hidayat, mengatakan pelibatan pelajar, guru, hingga kepala sekolah dalam kejuaraan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas pembinaan tenis meja di Sumatera Barat.

Menurutnya, guru dan kepala sekolah diharapkan dapat menjadi teladan bagi peserta didik dalam membangun kebiasaan berolahraga dan mengejar prestasi.

“Kita ingin mencari bibit-bibit tenis meja dari anak-anak pelajar. Pencarian itu bukan hanya sekadar seremonial, tetapi kita ingin melibatkan guru dan kepala sekolah dalam kegiatan kejuaraan ini,” kata Gustami.

Ia menilai, ketika guru dan kepala sekolah ikut bermain tenis meja, para siswa akan lebih termotivasi untuk mengenal dan menekuni olahraga tersebut.

Gustami menjelaskan, pembinaan yang dilakukan PTMSI Sumbar saat ini difokuskan terlebih dahulu pada pelajar SMA dan sederajat, sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi. Sementara itu, pengurus PTMSI kabupaten dan kota diharapkan ikut mengembangkan pembinaan di tingkat SD dan SMP.

Dengan pola pembinaan berjenjang tersebut, ia berharap Sumatera Barat dapat melahirkan atlet tenis meja yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Kita ingin tenis meja menjadi salah satu ikon olahraga Sumatera Barat. Pembinaannya harus berjenjang, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, sehingga nantinya lahir atlet-atlet yang andal,” ujarnya.

Gustami juga menyampaikan optimismenya terhadap peluang tenis meja Sumbar menyumbangkan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Ia menyebut, atlet tenis meja Sumbar telah mengikuti kejuaraan nasional selama dua tahun terakhir dan berhasil membawa pulang medali. Capaian tersebut menjadi modal untuk meningkatkan prestasi pada ajang olahraga nasional mendatang.

Baca Juga:  Inter Milan ke Final Liga Champions Usai Singkirkan Barcelona

“Saya tidak muluk-muluk. Mudah-mudahan pada PON 2028, tenis meja bisa menyumbangkan satu medali emas untuk Sumatera Barat,” katanya.

Menurut Gustami, target tersebut membutuhkan perhatian dan dukungan bersama, mulai dari pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, sekolah, hingga klub-klub pembinaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Tasfiatul Fuadi, mengatakan Kejurprov menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan atlet menuju PON 2028.

Ia mengingatkan bahwa pada 2027 akan digelar babak kualifikasi PON (BK PON), sehingga pembinaan dan pemetaan atlet harus dilakukan sejak sekarang.

“Target kita adalah PON 2028. Karena pada 2027 ada BK PON sebagai bentuk seleksi, kita harus mempersiapkan atlet-atlet yang benar-benar berpotensi untuk dibawa ke PON,” ujarnya.

Tasfiatul juga menyoroti pentingnya menjaga atlet potensial agar tidak berpindah ke daerah lain. Menurutnya, peningkatan prestasi harus dibarengi dengan pembinaan yang berkesinambungan, dukungan anggaran, serta koordinasi yang kuat antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan Kejurprov yang berlangsung tidak lama setelah pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar. Menurutnya, momentum tersebut menunjukkan kembali tumbuhnya gairah olahraga di Sumatera Barat.

Tasfiatul menyebut, Pemprov Sumbar bersama KONI Sumbar telah mencanangkan target untuk membawa Sumatera Barat kembali masuk delapan besar nasional pada PON 2028, dengan sasaran 20 medali emas.

Target tersebut menjadi tantangan bagi seluruh cabang olahraga, termasuk tenis meja, untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi atlet.

“Kita tidak boleh mundur meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Kita punya komitmen untuk menjaga atlet agar tidak pindah ke daerah lain dan memotivasi mereka supaya berprestasi lebih baik,” katanya.

Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, turut mengapresiasi penyelenggaraan Kejurprov yang dinilai mampu menjaga kesinambungan aktivitas olahraga setelah Porprov.

Ia menegaskan, masa jeda kompetisi seharusnya dimanfaatkan atlet untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya, bukan berhenti berlatih dan berkompetisi.

Baca Juga:  Saling Jegal di Babak Penyisihan, Persaingan Nomor 5 X 5 Bola Tangan Berlangsung Alot

“Masa istirahat bagi atlet adalah masa persiapan untuk bertanding lagi,” ujar Hamdanus.

Menurutnya, pelaksanaan Kejurprov setelah Porprov merupakan momentum positif untuk menjaga semangat atlet sekaligus meningkatkan marwah olahraga Sumatera Barat di tingkat nasional dan internasional.

Hamdanus berharap kolaborasi antara PTMSI, Dispora, KONI, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga terus diperkuat agar pembinaan atlet berjalan konsisten.

Kepala SMAN 1 Padang, Muhammad Isya, menyambut baik pemanfaatan aula sekolahnya sebagai lokasi kejuaraan. Ia menyatakan pihak sekolah mendukung kegiatan olahraga selama pelaksanaannya tetap memperhatikan keamanan, kebersihan, dan aktivitas belajar mengajar.

“Kami berharap kejuaraan ini berjalan lancar sampai akhir tanpa persoalan, terutama terkait keamanan. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan sekolah,” katanya.

Ketua Pelaksana Kejurprov, Efri Endriadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 136 peserta, ditambah 20 peserta kategori eksekutif.

Kejuaraan mempertandingkan kategori antarpelajar SLTA, guru, dan eksekutif. Selain menjadi ajang silaturahmi atlet tenis meja se-Sumatera Barat, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong aktivitas positif bagi generasi muda sebagai upaya menghindari kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.

Panitia menyediakan medali, sertifikat, serta hadiah uang pembinaan bagi para pemenang. Untuk kategori perorangan, juara pertama memperoleh Rp1 juta, juara kedua Rp500 ribu, dan juara ketiga Rp300 ribu.

Sementara itu, pada kategori ganda, juara pertama memperoleh Rp1,5 juta, juara kedua Rp800 ribu, dan juara ketiga Rp500 ribu.

Kegiatan Kejurprov Tenis Meja se-Sumatera Barat tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2026.

Melalui kejuaraan ini, PTMSI Sumbar berharap pembinaan tenis meja semakin berkembang di lingkungan sekolah dan klub, sehingga mampu melahirkan atlet berprestasi yang dapat memperkuat kontingen Sumatera Barat pada PON 2028. (*/drd) )