Peristiwa

Galodo Lumpuhkan Operasional Kantor Bupati Solok

6
×

Galodo Lumpuhkan Operasional Kantor Bupati Solok

Sebarkan artikel ini

AROSUKA – Galodo pada Senin (21/9) malam, tak hanya merendam komplek kantor Bupati Solok di Arosuka. Namun juga menghentikan operasional kantor pemerintah tersebut.

‎Meskipun tak semua kantor pemerintahan terendam material lumpur, batu, pasir dan kerikil, namun untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, maka seluruh ASN yang berkantor di Arosuka diliburkan.

‎”Untuk sementara, seluruh ASN yang berkantor di Arosuka diliburkan dari masuk kantor. Mereka bekerja dengan sistem Work From Home (WFH),” kata kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Solok, Jufrizal.

‎Dijelaskan pula, jika pegawai yang berkantor di Arosuka melaksanakan tugasnya dengan sistem WFH, namun mereka yang berkantor di wilayah lainnya tetap bekerja seperti biasa.

‎Jufrizal yang kantornya berada di posisi paling atas di komplek kantor bupati Arosuka, belum bisa memastikan sampai kapan WFH dilakukan.

‎”Tentunya keamanan dan kenyamanan dalam melaksanakan tugas, menjadi prioritas utama,” ucapnya.

‎Disinggung jumlah pegawai yang harus bekerja dari rumah, Jufrizal memperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 3.000-an orang .

‎Dari data yang dihimpun tribunrakyat, di komplek kantor bupati Arosuka, ada cukup banyak OPD.

‎Mulai dari kantor bupati yang berada satu bangunan dengan kantor bupati dan sekretariat daerah. Dinas Kominfo yang satu atap dengan aula Solok nan Indah.

‎Selanjutnya ada kantor Dinas Pendidikan, Satpol PP dan Damkar, Disdukcapil, BKD dan Kesbangpol.

‎Untuk diketahui, galodo tadi malam hanya menghantam kantor BKPSDM, kantor BPMN, kantor Dinas Kesehatan, kantor PPUR, kantor Dinas Pertanian dan Kantor Dinas Pariwisata

‎Selanjutnya kantor Bapelitbang, kantor Inspektorat, sekretariat DPRD, Ruang Sidang 1 dan 2. Rumah makan Ena hingga SMP 5 Gunung Talang.

‎Sampai berita ini dilansir, belum diketahui jumlah kerugian yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.

‎Namun Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Khairul memastikan masih melakukan pendataan dan inventarisir. (t*/drd)

Baca Juga:  Pemko Kembali Anggarkan Dana Iuran Komite Pelajar Sebanyak Rp 14 M