PADANG – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar menjadikan wakaf sebagai gerakan bersama untuk mendukung pembangunan daerah. Gerakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus membantu pengentasan kemiskinan.
Ajakan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Subuh Mubarak ASN Pemprov Sumbar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Minggu (2/8/2026). Kegiatan bertema Menanam Amal Jariyah Melalui Wakaf, Menuai Pahala Tanpa Batas itu diikuti kepala organisasi perangkat daerah, ASN Pemprov Sumbar, serta anggota Paskibraka Provinsi Sumbar Tahun 2026.
Mahyeldi mengapresiasi ASN yang konsisten mengikuti kegiatan Subuh Mubarak setiap bulan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga membentuk integritas, kedisiplinan, serta semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Subuh Mubarak bukan sekadar kegiatan ibadah rutin, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter ASN agar memiliki integritas yang kuat serta semangat melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi materi tausiah yang disampaikan Yendri Junaidi mengenai wakaf sebagai amal jariyah. Menurutnya, wakaf tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi apabila dikelola secara profesional.
Karena itu, Mahyeldi mengajak ASN membangun budaya berwakaf, termasuk melalui wakaf uang dengan nominal yang terjangkau, namun dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. “Kalau dilakukan bersama-sama dan dikelola secara profesional, potensi wakaf dari ASN akan sangat besar. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pendidikan, pengembangan SDM, hingga membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang lebih baik,” katanya.
Mahyeldi juga mendorong pembentukan Minang Global Wakaf sebagai lembaga yang menghimpun dan mengelola wakaf secara profesional, transparan, serta akuntabel. Ia meminta lima ASN Pemprov Sumbar yang telah lulus sertifikasi sebagai Nazhir Wakaf segera diberdayakan untuk memperkuat pengelolaan wakaf di daerah.
“Dari total 25.000 pegawai di lingkup Pemprov Sumbar, jika masing-masing menyisihkan 1.000 rupiah setiap hari untuk wakaf, maka akan terkumpul dana sebesar 25 juta rupiah per hari. Dana itu dapat dimanfaatkan untuk berbagai program yang membantu menyelesaikan persoalan masyarakat,” ungkapnya.
Mahyeldi menilai pengembangan wakaf memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), lembaga pengelola wakaf, dunia usaha, hingga perantau Minang di berbagai daerah dan luar negeri. Sinergi tersebut diyakini mampu memperkuat manfaat wakaf bagi masyarakat.
“Melalui sinergi yang kuat, saya optimistis wakaf dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan Sumatera Barat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membantu mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan,” tutupnya. (Bdr)







