PADANG – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang pada Senin (13/4/2026) mengganggu layanan air bersih setelah dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Air Minum terdampak material sungai.
Dua instalasi tersebut yakni IPA Palukahan dan IPA Taban. Keduanya mengalami gangguan operasional akibat lumpur, kayu, dan kerikil yang terbawa arus deras.
Material tersebut menumpuk dan menyumbat pintu masuk air. Kondisi ini menghambat proses pengolahan air bersih di instalasi.
Petugas Perumda Air Minum Kota Padang langsung melakukan penanganan di lapangan. Pembersihan terus dilakukan untuk memulihkan aliran air.
“Petugas masih melakukan pembersihan agar aliran air kembali normal. Untuk sementara, pelayanan air bersih kepada pelanggan mengalami gangguan hingga proses recovery selesai,” ujar Adhie Zein, Selasa (14/4/2026).
Gangguan ini berdampak pada sejumlah wilayah. Di antaranya Sungai Lareh, Lolo Kasiak, Kalumbuk, Bali Baru, Pilakuik, Gurun Laweh, Surau Gadang, Gunung Juaro, Jalan Teknologi, serta sebagian kawasan lainnya.
Perumda menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan tersebut. Proses pemulihan diharapkan selesai dalam waktu dekat.
Kondisi ini menjadi peringatan bahwa curah hujan tinggi dapat mengganggu infrastruktur vital. Layanan air bersih menjadi salah satu sektor yang terdampak langsung. (Bdr)







