Kota Padang

Selama Ramadan, Gerakan Pangan Murah Digelar pada 104 Kelurahan di Padang

84
×

Selama Ramadan, Gerakan Pangan Murah Digelar pada 104 Kelurahan di Padang

Sebarkan artikel ini

PADANG – Pemerintah Kota Padang mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah serentak di 104 kelurahan selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Dukungan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dalam rapat koordinasi bersama camat dan lurah di Aula Anggun Nan Tongga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Senin (23/2/2026).

Rapat tersebut dirangkai dengan sosialisasi digitalisasi pembayaran dan edukasi QRIS. Pemerintah kota berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan Perum Bulog Wilayah Sumatera Barat. Maigus menilai Gerakan Pangan Murah membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau serta menekan inflasi daerah.

Ia mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dan Bulog dalam menjaga stabilitas ekonomi serta ketahanan pangan. Ia meminta lurah mendukung penuh pelaksanaan program di wilayah masing-masing. “Kita ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang. Karena itu, para lurah sebagai ujung tombak pelayanan pemerintah diharapkan mendukung penuh pelaksanaan GPM di kelurahan masing-masing,” ujar Maigus Nasir.

Baca Juga:  Agar Akuran Penyusunan Anjab dan ABK, Pemko Padang Gandeng BKN Gelar Bimtek

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, menegaskan pentingnya sinergi menjaga stabilitas harga menjelang Idulfitri. Ia menyebut kenaikan permintaan pangan menjadi fenomena tahunan yang mendorong aktivitas ekonomi, termasuk UMKM di pasar pabukoan. “Setiap Ramadan hingga puncak Idulfitri, permintaan pangan pasti meningkat. Karena itu, kita siap menggelar GPM di seluruh kelurahan se-Kota Padang,” kata Mohamad Abdul Majid Ikram.

Pemimpin Perum Bulog Wilayah Sumatera Barat, R. Darma Wijaya, menjelaskan pihaknya menyalurkan beras langsung melalui kantor kelurahan. Kebijakan ini menekan biaya tambahan bagi masyarakat. “Kita akan menjual beras Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 per kemasan 5 kilogram, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi Rp13.100 per kilogram. Setiap kelurahan juga dialokasikan sekitar 15-20 dus minyak goreng MinyakKita dengan harga Rp15.000 hingga Rp15.500 per liter untuk menekan fluktuasi harga dan menjaga stabilitas pangan di pasaran,” beber R. Darma Wijaya. (Bdr)

Baca Juga:  Aduan Jalan Rusak dan Pungli Jadi Sorotan Rapat Pemko