PADANG-Wujudkan zona berintegritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), MAN 3 Padang gelar sosialisasi dengan mnghadirkan narasumber dari Kementerian Agama RI dan Kanwil Kemenag Sumbar,, Rabu (14/1 /2026).
Kegiatan ini merupakan program pemerintah dalam menciptakan lembaga yang dipercaya masyarakat. Terutama dalam mewujudkan wilayah kerja yang bebas dari korupsi dan nepotisme.
“Selain itu bagaimana menciptakan wilayah kerja yang komit dengan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), yakni menciptakan lingkungan kerja di unit kerja pemerintahan yang berintegritas tinggi,” ujar Kepala MAN 3 Padang Marliza, kemarin.
Dikatakan Marliza, yaitu bagaimana lingkungan kerja berintegritas tinggi,yang bebas KKN dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Zona integritas ini tentu ditekan terlebih dahulu pada tenaga pendidik dan warga madrasah khususnya. Kemudian baru menyasar ke ranah pengurus komite, kemudian dilanjutkan ke orang tua siswa yang notabene masyarakat lingkungan madrasah.
Katim Kurikulum Kanwil Kemenag Sumbar Afrizal mengatakan, dalam penguatan mutu dan kualitas di MAN 3 Padang. Selain memberikan penguatan dan pendampingan untuk mewujudkan budaya kerja berintegritas atau berkarakter. Yakni sebagaimana menjadi pelayan yang berintegritas, sehingga membangun citra yang baik di tengah – tengah masyarakat.
“Sehingga, menimbulkan kepercayaan yang luas dari masyarakat untuk melanjutkan pendidikan anak-anak mereka ke madrasah ini, ” ujar Afrizal
Ditambahkan, juga penting melakukan sikap yang berintegritas kepada peserta didik secara kolektif. Yakni, tidak saja kepala madrasah, akan tetapi juga guru, pengurus Komite nya dan Satpam serta warga madrasah. Artinya, ke depannya bagaimana terus berproses untuk menjadikan madrasah berintegritas, yaitu dalam menciptakan WBK dan WBBM.
Tim OKH Ditjen Pendis Kementerian Agama RI DR Zulkifli mengatakan, zona integritas merupakan bagaimana menciptakan suasana kerja yang bebas korupsi dan praktek nepotisme. Di saat ini Kemenpan RB melalui Kemenag RI baru menargetkan zona integritas pada MTs dan MA, sedangkan MIN belum lagi. “Dalam mewujudkan zona berintegritas tersebut tidak hanya menyasar tenaga pendidik saja, tapi juga perlu ditekankan kepada pengurus komite dan kepada masyarakat,” ucap Zulkifli.
Dikatakan, terutama untuk pengurus komite, sudah ada regulasinya supaya komite jangan tersangkut soal pungutan yang berefek hukum, yang bertentangan dengan target zona integritas. Sebab, intinya Regulasi Komite tersebut tidak membenarkan pungutan, akan tetapi hanya berbentuk sumbangan. Jika tidak tersosialisasikan, maka akan berhadapan dengan ombudsman dan aparat penegak hukum (APH).
“Kemudian, jangan melihat dalam mewujudkan zona integritas sesuatu keharusan, tapi bagaimana sebuah sikap yang didasari kesadaran yang ikhlas dilakukan menciptakan zona integritas,” ujar Zulkifli.
Ditambahkan, target WBK dan WBBM ini di Kota Padang hanya menyasar MAN 2 Padang dan MAN 3 Padang,. Jika kedua madrasah berhasil mendapatkan safety WBK akan mendapatkan reward bantuan sarana dan prasarana. Jika mendapatkan safety WBBM akan mendapatkan reward unjangan kinerja (Tukin). Selain mendapatkan reward, juga akan mendapatkan punishment. (sanksi). (drd)







